Meski dunia punya Hari Ayah dan Hari Ibu, Islam memandang bakti kepada orang tua bukan soal tanggal. Ini penjelasan menyentuh yang akan membuka mata dan hati kita semua.
Di Saat Dunia Merayakan Hari Ayah dan Ibu, Islam Justru Punya Pendekatan yang Lebih Dalam
Habanusantara.net, Setiap tahun, banyak negara di dunia merayakan Hari Ayah dan Hari Ibu. Ada yang memberikan hadiah, ada yang makan malam bersama, ada juga yang sekadar mengirim ucapan melalui media sosial. Tapi, di tengah tren global ini, muncul satu pertanyaan menarik: Kenapa dalam Islam tidak ada perayaan Hari Ayah atau Hari Ibu secara khusus?
Jawabannya mungkin akan membuatmu diam sejenak. Bukan karena Islam kurang menghargai orang tua—justru sebaliknya. Dalam ajaran Islam, berbakti kepada ayah dan ibu bukanlah perkara satu hari per tahun, melainkan komitmen setiap hari sepanjang hidup.
Baca : 15 Juni “Father’s Day”: Kapan dan Bagaimana Awal Mula Hari Ayah di Indonesia? Ini Jawabannya!
Cinta Tak Perlu Tanggal: Ajaran Islam Tentang Bakti Tanpa Batas
Islam memandang orang tua sebagai pilar utama dalam kehidupan seorang anak. Bahkan dalam Al-Qur’an, setelah perintah untuk menyembah Allah, perintah berikutnya yang muncul langsung adalah berbuat baik kepada kedua orang tua.
Islam menempatkan kedudukan orang tua di posisi yang sangat tinggi. Setelah tauhid, perintah utama dalam Al-Qur’an adalah berbuat baik kepada ibu dan ayah.




















