Dua Versi, Dua Pengalaman Menonton
Salah satu hal yang membuat film ini begitu menarik adalah perbedaan antara versi cut dan uncut. MD Pictures, selaku rumah produksi, merilis dua versi dari “Pabrik Gula”: versi reguler (cut) dan versi uncut. Versi cut tayang pada jam siang atau sore, sementara versi uncut hanya tayang pada jam malam di beberapa bioskop terpilih.
Meskipun hanya satu menit perbedaan, perbedaan keduanya sangat signifikan. Versi uncut, seperti yang dijelaskan oleh produser Manoj Punjabi, memberikan pengalaman menonton yang lebih intens dan mendalam, dengan elemen horor yang lebih jelas dan alur cerita yang lebih lengkap. Penonton dapat merasakan atmosfer mencekam dan penuh misteri yang lebih kuat pada versi uncut.
Perbedaan ini membuat penonton memiliki pilihan sesuai dengan preferensi mereka. Beberapa lebih memilih versi cut yang lebih ringan dan mudah diakses, sementara yang lain menginginkan pengalaman yang lebih mendalam melalui versi uncut. Hal ini semakin memperkaya pilihan bagi penonton dan menjadikan “Pabrik Gula” lebih dinamis serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
Antusiasme Penonton yang Luar Biasa
Keberhasilan “Pabrik Gula” meraih lebih dari 500 ribu penonton dalam dua hari pertama jelas menunjukkan betapa besar minat penonton terhadap film ini. Angka ini juga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu film horor Indonesia terlaris dalam waktu singkat.
Dalam postingan akun Instagram resmi @pabrikgulafilm pada 1 April 2025, pihak produksi mengungkapkan bahwa “500.000++ orang sudah merasakan teror kerajaan demit!” yang menambah gairah para penggemar film horor di Indonesia.
Pencapaian ini juga memperlihatkan keberhasilan “Pabrik Gula” dalam bersaing dengan film Indonesia lainnya yang tayang serentak pada Lebaran 2025. Meskipun film-film lain seperti “Jumbo,” “Qodrat 2,” dan “Norma: Antara Mertua dan Menantu” juga memiliki banyak penggemar, “Pabrik Gula” berhasil unggul dengan capaian 500 ribu penonton, yang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan “Qodrat 2” pada hari kedua penayangan.




















