Program pertama yang digagas adalah Kolam Retensi Antisipasi Banjir, yang dikenal dengan singkatan KORAN. Tujuan utama program ini adalah mengurangi risiko banjir yang sering melanda wilayah Aceh Barat, terutama saat musim hujan tiba. Dengan membangun kolam retensi sebagai tempat penampungan air hujan yang efektif, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap dapat mengendalikan aliran air sehingga banjir dapat diminimalisir dan dampak kerugian bagi masyarakat berkurang.
“Kolam retensi ini berfungsi sebagai penampungan sementara air hujan, sehingga saat hujan deras terjadi, aliran air tidak langsung menggenangi pemukiman warga. Ini adalah langkah preventif penting dalam mengurangi risiko bencana banjir,” jelas Kurdi, Senin (21/4/2025).
Program Kedua: Sarana dan Prasarana Kuliner, Olahraga, dan Rekreasi (SNEAKER)
Melanjutkan program pertama, PUPR Aceh Barat juga merancang program SNEAKER yang bertujuan menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten ingin menyediakan sarana kuliner terbuka, sekaligus fasilitas olahraga dan rekreasi yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Dengan adanya ruang kuliner dan fasilitas rekreasi terbuka, diharapkan masyarakat tidak hanya bisa menikmati aktivitas olahraga, tetapi juga dapat berjualan dan mengembangkan usaha kecil di sektor kuliner. Hal ini tentunya juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Program Ketiga: Lhok Guci untuk Pertanian (LACI)
Sektor pertanian menjadi salah satu fokus penting dalam pembangunan Aceh Barat. Melalui program Lhok Guci untuk Pertanian (LACI), pemerintah akan membangun dan menyediakan fasilitas pendukung bagi para petani. Program ini bertujuan meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani melalui sarana pertanian yang lebih modern dan terintegrasi.
“Petani merupakan tulang punggung ekonomi daerah kita. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, kami yakin produktivitas pertanian akan meningkat dan kesejahteraan para petani juga ikut terangkat,” ujar Kurdi.
Program Keempat: Sarana dan Prasarana Layanan Dasar yang Mantap (SANTAP)
Pemerintah Aceh Barat juga berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program SANTAP. Program ini berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar yang kokoh dan berkelanjutan, seperti jalan, jembatan, serta fasilitas umum lainnya yang mendukung kehidupan sehari-hari.
Dengan infrastruktur yang mantap, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan dasar bisa semakin mudah dan cepat, sehingga secara tidak langsung dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan.
Program Kelima: Normalisasi dan Rehabilitasi Lueng Aneuk Aye (NONA)
Program NONA adalah upaya berkelanjutan pemerintah dalam melakukan normalisasi dan rehabilitasi drainase di kawasan Lueng Aneuk Aye. Program ini telah berjalan dan akan terus dilanjutkan dengan pengerukan sedimen serta peningkatan sistem pengendalian air guna mencegah banjir dan genangan yang merugikan masyarakat.
“Normalisasi sungai dan drainase sangat penting untuk mengurangi risiko banjir. Program NONA merupakan bukti komitmen kami menjaga lingkungan sekaligus melindungi warga dari bencana,” tambah Kurdi.
Program Keenam: Tingkatkan Ketersediaan Air Bersih (TIRTA)
Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat. Program TIRTA hadir untuk memperluas akses air bersih sekaligus memastikan ketersediaan air layak konsumsi bagi seluruh warga Aceh Barat. Pemerintah bertekad agar setiap rumah tangga dapat menikmati air bersih dengan mudah dan aman, sehingga kesehatan masyarakat juga dapat terjaga.
Program Ketujuh: Sanitasi Untuk Kesehatan Lingkungan (SANIKU)
Kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi perhatian penting melalui program SANIKU. Program ini fokus pada pembangunan sistem sanitasi yang memadai di berbagai wilayah, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
“Sanitasi yang baik adalah pondasi kesehatan masyarakat. Melalui SANIKU, kami ingin memastikan bahwa setiap warga dapat hidup dalam lingkungan yang nyaman dan bebas dari risiko penyakit,” jelas Kurdi.
Program Kedelapan: Optimalisasi Biopori bagi Perkantoran dan Permukiman (OBOR)
Terakhir, program OBOR bertujuan mencegah banjir dengan meningkatkan daya serap air hujan melalui teknologi biopori. Selain mencegah genangan air, program ini juga menjaga keseimbangan ekosistem dengan memperbaiki kualitas air tanah, sehingga lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Dengan seluruh program prioritas ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembangunan dan berinovasi demi kesejahteraan masyarakat. Bersama-sama, seluruh elemen di Aceh Barat diajak untuk mewujudkan daerah yang lebih maju, nyaman, dan sejahtera.
“Kami optimis dengan berbagai program ini, Aceh Barat akan semakin berkembang dan masyarakatnya bisa hidup lebih baik. Semua ini adalah hasil kerja keras dan komitmen kita bersama,” tutup Kurdi.




















