Haba Nusantara.net– Seorang ibu rumah tangga di mengeluhkan lonjakan drastis pada tagihan air PDAM yang harus ia bayar.
Tagihan yang biasanya berkisar Rp80 ribu tiba-tiba melonjak menjadi Rp1,2 juta untuk bulan November 2024.
Curhatan ibu tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun TikTok @tikha.paiker, dan langsung menjadi sorotan warganet.
Dalam unggahan tersebut, ibu rumah tangga ini mengaku kaget melihat tagihan yang tak wajar itu, apalagi mengingat air di rumahnya sempat mati selama dua minggu.
Merasa ada kesalahan, ia mendatangi kantor PDAM untuk mencari solusi, namun tetap diminta membayar sesuai tagihan tanpa ada keringanan atau penjelasan yang memuaskan.
“Ya Allah, kenapa tagihan PDAM aku sebesar ini? Bulan lalu cuma Rp80 ribu, sekarang tiba-tiba Rp1 juta lebih,” tulisnya di TikTok, yang menuai simpati dari netizen.
Sejumlah pengguna juga mengeluhkan sistem PDAM yang dianggap kurang transparan, dan menyarankan agar dilakukan pengecekan ulang pada meteran air untuk memastikan akurasinya.
Peristiwa tidak mengenakkan itu terjadi di bekasi.
Penjelasan Pihak PDAM
Menanggapi keluhan tersebut, pihak PDAM setempat menyatakan bahwa tagihan sebesar Rp1,2 juta yang tercatat sudah sesuai dengan data meteran.
Pihak PDAM menjelaskan bahwa setiap pelanggan bertanggung jawab atas kondisi saluran air di rumah, termasuk jika ada kebocoran di dalam rumah yang dapat menyebabkan lonjakan pemakaian air.
Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di Bantul, Yogyakarta, di mana pelanggan PDAM mengeluhkan tagihan yang tiba-tiba melonjak dari Rp60 ribu menjadi Rp2,5 juta akibat kebocoran pipa di dalam rumah.
Direktur Utama PDAM Tirta Projoamansari Bantul, Arinto Hendro Budiantoro, mengungkapkan bahwa kasus seperti ini disebabkan oleh kebocoran pada saluran air pelanggan, yang merupakan tanggung jawab pemilik rumah.
“Tagihan tersebut akumulasi dari pemakaian yang melonjak akibat kebocoran instalasi di rumah pelanggan,” ujar Arinto, seraya menambahkan bahwa pelanggan tersebut mendapatkan diskon 50 persen serta opsi cicilan sebanyak 13 kali.
Arinto juga menyarankan agar masyarakat yang mengalami lonjakan tagihan karena kebocoran segera melaporkan ke PDAM setempat.
“Jika ada kebocoran, pelanggan bisa menghubungi petugas kami melalui WhatsApp atau call center untuk segera dilakukan perbaikan,” katanya.[]




















