Habanusantara.net– Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh menggelar Talkshow Ketahanan Pangan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-44 pada Selasa (5/11/2024).
Acara ini berlangsung di halaman Kantor DP2KP Kota Banda Aceh dengan menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten sesuai tema yang diusung.
“Kami mengadakan talkshow ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, terutama terkait ketahanan pangan,” ujar Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, M. Nurdin.
Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran individu dan komunitas dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Talkshow tersebut menghadirkan empat narasumber dengan tema yang berbeda namun saling mendukung. Narasumber pertama, Pj Ketua TPP PKK Banda Aceh yang diwakili oleh Ir. Buraida, menyampaikan materi mengenai Peran PKK dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga. Selanjutnya, Cut Marlina Indriani, SP membahas topik Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga. Aidawaty, SP., M.Si menyampaikan presentasi tentang Keamanan Pangan, dan Nani Afriati, S.Pi memberikan paparan terkait Manfaat Konsumsi Ikan untuk Kesehatan.
Cut Marlina Indriani, SP, salah satu narasumber, menekankan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Pemanfaatan lahan pekarangan dapat mendukung ketersediaan pangan keluarga, menjaga stok yang lebih aman dan higienis, serta memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. Selain itu, masyarakat dapat memetik hasil kapan saja tanpa harus tergantung pada pasar,” jelas Cut Marlina.
Sementara itu, materi tentang keamanan pangan yang disampaikan Aidawaty, SP., M.Si menggarisbawahi pentingnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kontaminasi makanan. Menurutnya, menjaga keamanan pangan tidak hanya penting untuk kesehatan, tetapi juga untuk mendukung kualitas hidup secara keseluruhan.
Paparan dari Nani Afriati, S.Pi tentang manfaat konsumsi ikan mengingatkan peserta talkshow akan pentingnya diversifikasi pangan berbasis protein hewani. Ia menyoroti ikan sebagai sumber gizi yang mudah diakses, terutama di daerah pesisir seperti Banda Aceh. “Konsumsi ikan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan membantu mencegah stunting pada anak-anak,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ir. Buraida mewakili Pj Ketua TPP PKK Banda Aceh menjelaskan peran strategis PKK dalam menggerakkan masyarakat, khususnya kaum ibu, untuk berpartisipasi aktif dalam program ketahanan pangan keluarga.
“Melalui edukasi dan program pemberdayaan, PKK mendorong keluarga untuk memanfaatkan sumber daya lokal demi menciptakan kemandirian pangan,” tutur Buraida.
Acara ini mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta, yang terdiri dari berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, dan komunitas lokal. Mereka diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam mengelola ketahanan pangan di lingkungan masing-masing.
Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober di seluruh dunia, tahun ini mengangkat isu ketahanan pangan yang semakin relevan di tengah tantangan global, seperti perubahan iklim dan inflasi harga bahan pokok.
Di tingkat lokal, DP2KP Banda Aceh berkomitmen untuk menjadikan momen ini sebagai langkah strategis dalam mendorong pola pikir dan kebiasaan masyarakat menuju kemandirian pangan.
Dengan pelaksanaan talkshow ini, DP2KP Banda Aceh berharap masyarakat dapat lebih sadar akan potensi besar yang ada di sekitar mereka untuk mendukung keberlanjutan pangan. Pemanfaatan lahan pekarangan, misalnya, tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pola hidup sehat dan keberlanjutan lingkungan.
Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Upaya seperti yang dilakukan DP2KP Banda Aceh menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah dan komunitas untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
Momentum ini diharapkan dapat menjadi awal dari kesadaran kolektif untuk terus menjaga ketahanan pangan demi generasi mendatang.
Dengan optimasi SEO, berita ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, sehingga masyarakat lebih termotivasi untuk mengambil peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.[***]





