Habanusantara.net – Perwakilan Kafilah Provinsi Aceh mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Panitia Daerah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXX Tingkat Nasional.
Rapat ini digelar sebulan menjelang pembukaan MTQ yang dijadwalkan pada 6 hingga 16 September 2024 di Samarinda, Kalimantan Timur.
Kehadiran perwakilan Kafilah Aceh dalam rakor tersebut merupakan bagian dari persiapan menyongsong MTQ Nasional ke-30.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Aceh, H Zahrol Fajri SAg MH, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Ketua Sekretariat LPTQ Aceh, Prof Dr H Armiadi Musa MA, serta Sekretaris LPTQ Aceh, H Zulfikar SAg MAg.
Rapat yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Puri Senyiur Samarinda ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh 34 provinsi di Indonesia, dan dihadiri oleh pengajar, pelatih, serta dewan hakim dari berbagai cabang lomba.
Salah satu agenda utama rakor ini adalah memastikan kesiapan dan keamanan dalam layanan, ketersediaan sarana transportasi, akomodasi, dan kedekatan dengan titik venue perlombaan MTQ.
H Zahrol Fajri mengatakan koordinasi antara panitia lokal dan kafilah untuk menciptakan suasana yang kondusif selama MTQ berlangsung.
“Kami berharap semua peserta dapat terlayani dengan baik, baik dari segi akomodasi maupun transportasi. Hal ini penting agar para kafilah bisa fokus pada penampilan mereka,” ungkapnya.
Penginapan dan Transportasi Kafilah
Selama rakor, Zulfikar menjelaskan bahwa Kafilah Aceh akan menginap di Hotel Mesra, yang juga akan menjadi tempat menginap bagi Kafilah Bengkulu dan Kalimantan Selatan.
Tim LPTQ Aceh juga tengah melakukan pemetaan jarak antara venue perlombaan dan lokasi penginapan agar memudahkan mobilitas peserta.
Ustaz Sanaul Khair, Wakil Sekretaris LPTQ Aceh, menambahkan bahwa rakor ini juga bertujuan untuk memastikan ketersediaan penerbangan bagi seluruh kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami berupaya memastikan bahwa tidak ada kafilah yang terlewat dalam jadwal penerbangan, sehingga semua dapat hadir di MTQ Nasional dengan baik,” katanya.
Hj Dasmiah, Wakil Ketua II LPTQ Kaltim yang memimpin rapat, menjelaskan bahwa sebagai bentuk pelayanan kepada kafilah, Pemprov Kaltim akan menyediakan berbagai fasilitas transportasi, termasuk bus, mini bus, dan mobil untuk mendukung kebutuhan kafilah selama berada di Samarinda.
“Setiap kafilah akan mendapatkan satu unit bus, satu mini bus, dua unit mobil Innova, serta tambahan satu unit Pajero jika kepala daerahnya datang. Kami berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada semua kafilah,” tambahnya.
Persiapan yang Matang
Dalam pertemuan tersebut, juga hadir Dirjen Bimas Islam, Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin MA, yang mengapresiasi kesiapan Kaltim sebagai tuan rumah.
Menurutnya, seluruh persiapan sudah dilakukan dengan baik dan matang, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
“Kalimantan Timur sangat siap dan meyakinkan dalam persiapan perhelatan MTQ XXX ini,” ujarnya.
MTQ Nasional 2024 tidak hanya menjadi ajang perlombaan tilawatil Qur’an, tetapi juga dirangkai dengan berbagai kegiatan menarik, termasuk pawai ta’aruf, pelantikan dewan hakim, pembukaan resmi oleh Presiden, serta pameran makanan halal yang bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan.
Dengan persiapan yang matang, Kafilah Aceh diharapkan dapat memberikan penampilan terbaik dan meraih prestasi di MTQ Nasional ke-30.
Seluruh peserta diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan memanfaatkan ajang ini sebagai kesempatan untuk menampilkan keahlian dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
MTQ Nasional ke-30 di Samarinda menjadi momen penting bagi seluruh kafilah untuk mengharumkan nama daerah masing-masing dan menjalin silaturahmi antarprovinsi.
Keberhasilan dalam perlombaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kafilah, tetapi juga untuk masyarakat Aceh secara keseluruhan.[Adv]
















