HeadlineNewsPendidikan

Hardiknas, Pj Sekda Aceh Sampaikan Pidato Mendikbud Gerakan Merdeka Belajar

×

Hardiknas, Pj Sekda Aceh Sampaikan Pidato Mendikbud Gerakan Merdeka Belajar

Sebarkan artikel ini
#image_title

Pj Sekda Aceh, Azwardi, memimpin upacara Hardiknas. Pidato Mendikbud menyampaikan semangat Merdeka Belajar, tantangan pendidikan di tengah pandemi, dan harapan untuk masa depanhardiknas.

Habanusantara.net – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Azwardi, menjadi penggerak dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Aceh. Acara yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Aceh, seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh, pejabat eselon 3 dan 4 Pemerintah Aceh, serta ratusan siswa dari berbagai sekolah.

Dalam momen yang sarat makna ini, Azwardi menyampaikan pidato dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim. Pesan dari Mendikbud tersebut menggugah hati para pendidik dan peserta upacara.

Nadiem menekankan bahwa menjadi pemimpin gerakan Merdeka Belajar bukanlah perkara yang mudah.

Ia mengisyaratkan bahwa perubahan dalam sistem pendidikan bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.

“Pada awal perjalanan, kita menyadari bahwa setiap perubahan memerlukan perjuangan. Rasa tidak nyaman akan selalu menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan,” ujarnya.

Selama lima tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia telah dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk pandemi Covid-19 yang mengubah segalanya secara drastis.

Namun, Nadiem menegaskan bahwa pandemi juga membuka kesempatan untuk mempercepat perubahan.

“Meski badai besar telah kita hadapi, kini kita mulai merasakan perubahan di sekeliling kita. Bersama-sama, kita membangun wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia melalui gerakan Merdeka Belajar,” katanya penuh semangat.

Mendikbudristek itu juga menyadari bahwa lima tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menjalankan gerakan Merdeka Belajar.

Namun demikian, ia juga menyatakan bahwa lima tahun tidaklah terlalu lama untuk membuat perubahan yang berarti.

“Saat ini, saya melangkah menuju akhir masa jabatan saya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Namun, ini bukanlah akhir dari gerakan Merdeka Belajar. Dengan tulus, saya mengucapkan terima kasih atas segala perjuangan yang telah dilakukan. Saya percaya, gerakan ini akan terus berkembang bersama Anda semua,” pungkasnya dengan penuh harap[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Headline

Habanusantara.net- Universitas Syiah Kuala (USK) membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak parah bencana hidrometeorologi di Aceh. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa dan keluarga…

close