Ekbis

BSI Masuk 5 Besar Bank Pilihan Warga Menabung

×

BSI Masuk 5 Besar Bank Pilihan Warga Menabung

Sebarkan artikel ini
Pelayanan Bsi Aceh
Pelayanan BSI Aceh

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI berhasil merangsek ke posisi lima besar bank yang dipilih warga sebagai tempat menabung, dengan DPK mencapai Rp 297,34 triliun, naik 10,43% secara tahunan.

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) meraih prestasi gemilang dengan masuk dalam lima besar bank pilihan warga dalam hal menabung. Capaian tersebut didorong oleh penggalangan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 297,34 triliun, naik 10,43% secara tahunan (yoy), menjadikan BSI sebagai bank kelima dengan nilai DPK tertinggi di Indonesia.

Direktur Keuangan & Strategi, Ade Cahyo Nugroho, mengungkapkan bahwa prestasi ini membawa BSI naik ke peringkat kelima dengan nilai DPK tertinggi di Indonesia.

“Prestasi ini sangat penting bagi kami, mengingat BSI baru berdiri selama 3 tahun dan merupakan satu-satunya bank syariah yang berhasil masuk dalam lima besar,” ungkapnya dalam paparan kinerja kuartal I 2024 yang disampaikan pada Selasa (30/4/2024).

Perincian menunjukkan bahwa dana investasi nonprofit sharing menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BSI hingga Maret 2024.

Komponen ini mencatat pertumbuhan sebesar 11,56% yoy dengan kontribusi mencapai 76,73% dari total DPK.

Cahyo juga menyoroti evolusi dalam struktur pembiayaan BSI, yang pada tiga tahun pertama operasinya masih didominasi oleh segmen konsumer dengan porsi mencapai 55% dari total portofolio.

Namun, segmen wholesale mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 18,19%, yang kini menyumbang sebanyak 27,8%. “Hal ini mencerminkan upaya BSI dalam mencapai keseimbangan yang lebih baik,” jelasnya.

Pangsa pasar DPK BSI dalam industri perbankan kini mencapai 3,1%, sementara pangsa pembiayaannya mencapai 3,3%, menunjukkan posisi yang semakin kokoh di pasar.

Sementara itu, total pembiayaan BSI meningkat sebesar 15,92% yoy menjadi Rp 246,54 triliun. Ini mengakibatkan kenaikan aset sebesar 14,25% yoy menjadi Rp 357,9 triliun, dari sebelumnya Rp 313,25 triliun.

Namun, dalam hal kualitas aset, BSI menghadapi sedikit penurunan, tercermin dari peningkatan rasio nonperforming financing (NPF) net dari 0,54% menjadi 0,55%.

Meskipun demikian, mesin profitabilitas BRIS, yang diukur dengan net imbalan (NI), mengalami penurunan menjadi 5,38% dari 6,04% sebelumnya.

Namun demikian, pada paruh pertama 2024, BSI berhasil menahan penurunan ini dengan menekan rasio BOPO hingga 71 basis poin, menjadi 68,94%.[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close
error: