Headline

Sinergi Stakeholder: Langkah Maju dalam Pembangunan Keluarga dan Penurunan Stunting di Aceh

×

Sinergi Stakeholder: Langkah Maju dalam Pembangunan Keluarga dan Penurunan Stunting di Aceh

Sebarkan artikel ini

Haba Nusantara .net– Langkah strategis dalam pembangunan keluarga dan penurunan stunting di Provinsi Aceh kembali menorehkan momentum penting dengan diselenggarakannya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta Percepatan Penurunan Stunting. Acara ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, yang diwakili oleh Plh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris Daerah Aceh, Yusrizal, di Hotel Hermes Palace.

Dengan tema “Optimalisasi Bonus Demografi dan Peningkatan SDM Menuju Indonesia Emas”, rapat kerja ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara stakeholder terkait.

Langkah ini menunjukkan sinergi yang kuat antara Bina Keluarga Balita (BKB) BKKBN, Posyandu, PAUD HI, UIN Ar-Raniry, dan Pemerintah Aceh melalui dinas terkait dalam menjalankan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Aceh.

Dalam sambutannya, Yusrizal menyatakan bahwa upaya pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana, serta penurunan stunting tidak dapat dilakukan sendirian, melainkan memerlukan kolaborasi dan sinergi antara lintas pemangku kepentingan.

Dia menyoroti peran penting Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam mencapai tujuan pembangunan nasional, terutama dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

“Peran BKKBN sebagai lembaga non-kementerian dalam pengendalian penduduk dan keluarga berencana sangat penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional,” kata Yusrizal.

Dia juga menekankan pentingnya keberadaan Tim Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat gampong untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam menyusun program serta melakukan pendampingan pada keluarga beresiko stunting.

Hal ini bertujuan agar target penurunan stunting di Aceh dapat tercapai, mengingat capaian pada tahun-tahun sebelumnya belum mencapai target yang diharapkan.

Di sisi lain, Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Mellani Subarni, menyoroti pentingnya pelayanan terhadap anak dalam segala aspek, termasuk kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.

Dia mengajak semua pihak terkait untuk memaksimalkan layanan tersebut agar lebih fokus, berkualitas, dan tepat sasaran.

Dengan adanya sinergi antara stakeholder dan kesadaran akan pentingnya pembangunan keluarga serta penurunan stunting, Aceh bergerak maju sebagai contoh yang menginspirasi dalam upaya menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close