HeadlineNews

Sempat Viral Adanya Begal di Banda Aceh, Begini Penjelasan Polisi

×

Sempat Viral Adanya Begal di Banda Aceh, Begini Penjelasan Polisi

Sebarkan artikel ini
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli

Habanusantara.net – Belum lama ini, beberapa dokumentasi kejadian pembegalan yang melibatkan senjata tajam tersebar luas di kalangan masyarakat, menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di tengah-tengah warga.

Dokumentasi ini pertama kali diekspos oleh Kapolsek Baitussalam dan kemudian disebarkan oleh awak media pada tanggal 4 dan 15 Agustus 2023. Akibatnya, muncul ketegangan baru dalam masyarakat, seolah-olah kejadian serupa terjadi kembali.

Menyikapi hal ini, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, memberikan klarifikasi pada Jumat (15/9/2023).

Ia menjelaskan bahwa dokumentasi yang beredar merupakan rilis resmi dari Humas Polresta Banda Aceh, yang sebenarnya telah disampaikan kepada media pada tanggal 4 dan 15 Agustus 2023 melalui akun WhatsApp resmi Polresta Banda Aceh.

Meskipun dokumentasi tersebut sudah lama dirilis, penyebarannya yang kembali membuat masyarakat merasa gugup seolah-olah terjadi peristiwa baru. Kapolresta mengingatkan warga agar tetap waspada, tidak sampai terpancing kekhawatiran yang tidak perlu.

Kapolresta juga menjelaskan bahwa tindakan para pelajar yang beberapa waktu lalu membawa senjata tajam bukanlah pembegalan, melainkan tawuran antar kelompok geng motor.

Pihak Polsek setempat telah melakukan pembinaan terhadap para pelaku dengan melibatkan perangkat desa dan orang tua anak-anak yang terlibat dalam kelompok motor tersebut.

Lebih lanjut, Kapolresta menyebut bahwa para pelajar tersebut telah kembali ke keluarga mereka setelah mendapatkan pembinaan, termasuk bimbingan rohani dan shalat berjamaah di musalla. Mereka juga tetap berada di bawah pengawasan ketat Bhabinkamtibmas setiap hari, dan jika terbukti melakukan tindakan yang sama, akan dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Kapolresta menggarisbawahi pentingnya peran sekolah dan orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka untuk mencegah mereka terlibat dalam aktivitas negatif seperti tawuran, judi online, penggunaan narkoba, dan tindak pidana lainnya yang bisa merugikan diri mereka sendiri dan orang lain.

Masih ada Kelompok Lainnya Terdeteksi Hendak Tawuran

Dalam konteks yang sama, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, mengungkapkan bahwa tindakan yang melibatkan senjata tajam, yang awalnya terlihat seperti pembegalan, sebenarnya merupakan upaya tawuran antar pelajar. Hal ini terungkap setelah pihak kepolisian melakukan interogasi lebih lanjut terhadap pelajar yang diamankan.

Tiga pelajar yang diamankan oleh Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh pada tanggal 30 Juli 2023, ternyata tidak terlibat dalam pembegalan, melainkan berencana melakukan tawuran dengan kelompok pelajar lainnya. Dalam proses penangkapan, petugas juga berhasil mengamankan senjata tajam berupa celurit dari tangan pelaku.

Menurut Kapolresta, tindakan ini bisa berakibat serius, bahkan berujung pada cedera parah atau kematian. Setelah peristiwa tersebut, pelajar yang terlibat tawuran mendapatkan pembinaan, termasuk bimbingan rohani dan shalat berjamaah di musalla. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan bahwa mereka tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Dari interogasi pelajar tersebut, terungkap bahwa masih ada kelompok lain yang berencana melakukan tawuran pada malam yang sama. Kapolresta memperingatkan agar pelajar dan pemuda tidak terlibat dalam kelompok-kelompok semacam itu. Ia menekankan pentingnya membentuk generasi yang berguna bagi masyarakat dan bangsa, daripada terlibat dalam tawuran atau kelompok geng motor.

Saat ini, Polresta Banda Aceh telah melakukan pendataan terhadap kelompok-kelompok yang sering melakukan balap liar dan tawuran di wilayah hukumnya untuk mengantisipasi potensi konflik lebih lanjut.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close
error: