Headline

Pj Gubernur Kukuhkan Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Harapan Baru Penurunan Stunting

×

Pj Gubernur Kukuhkan Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Harapan Baru Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, mengukuhkan Safrina Salim, SKM. M. Kes, sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (11/9/2023).
Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, mengukuhkan Safrina Salim, SKM. M. Kes, sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (11/9/2023).

Habanusantara.net, Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, mengukuhkan Safrina Salim sebagai Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh dalam sebuah acara yang diadakan di Meuligoe Gubernur Aceh pada hari Senin, 11 September 2023.

Sebelumnya, Safrina Salim telah menjabat sebagai Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN RI. Pengukuhan ini dilakukan oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, pada tanggal 1 September 2023, menggantikan Drs. Sahidal Kastri yang telah memutuskan untuk pensiun dini.

Setelah pengukuhan, Achmad Marzuki menyampaikan harapannya kepada Kepala BKKBN Aceh yang baru. Ia berharap agar upaya penurunan angka stunting dan promosi pola hidup sehat dapat terus ditingkatkan di Aceh.

Achmad Marzuki menyatakan bahwa Pemerintah Aceh bersedia untuk berkolaborasi dan melibatkan BKKBN dalam berbagai upaya penurunan angka stunting. “Saya siap membantu dan berjuang bersama dengan Ibu Safrina untuk memajukan Aceh,” kata Achmad Marzuki.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, memberikan apresiasi terhadap kebijakan Penjabat Gubernur Aceh dalam menangani masalah stunting. Ia mencatat bahwa seluruh perangkat kerja Pemerintah Aceh telah diaktifkan untuk peduli terhadap upaya penurunan angka stunting. “Kita memiliki bonus demografi yang akan datang dalam waktu 13 tahun, oleh karena itu, keluarga harus menjadi pondasi dalam membentuk anggota masyarakat yang berkualitas,” kata Hasto.

Hasto juga menekankan pentingnya kerjasama antara semua pemangku kebijakan di Aceh dalam upaya penurunan angka stunting. Ia berharap bahwa angka stunting di Aceh dapat terus ditekan hingga mencapai angka 14 persen. Dengan sinergi antara BKKBN dan pemerintah daerah, Aceh diharapkan akan menjadi contoh dalam penanganan masalah stunting di Indonesia.[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close
error: