Ekbis

Bank Aceh Syariah Hadapi Pinjol dengan Pembiayaan Syariah

×

Bank Aceh Syariah Hadapi Pinjol dengan Pembiayaan Syariah

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Muhammad Syah
Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Muhammad Syah

Habanusantara.net, Pertumbuhan pesat industri fintech peer to peer lending (pinjaman online atau pinjol) di Provinsi Aceh, yang mencapai Rp 1,83 triliun sejak diizinkannya layanan pinjaman online, menghadirkan tantangan baru bagi sektor perbankan. Namun, Bank Aceh Syariah tetap teguh dengan komitmennya untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada masyarakat dengan prinsip syariah sebagai strategi untuk bersaing dengan pinjaman online tersebut.

Muhammad Syah, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, menyatakan bahwa kehadiran pinjaman online menjadi sesuatu yang tak bisa dihindari dalam era digitalisasi layanan keuangan. Meskipun demikian, sebagai bank daerah yang berbasis syariah, mereka tetap fokus untuk memudahkan masyarakat mendapatkan fasilitas pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah.

“Dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan syariah bagi masyarakat Aceh, kami terus mengembangkan produk kami, seperti Laku Pandai ActionLink dan Gerai UMKM Bank Aceh, dengan tujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan memenuhi kebutuhan transaksi mereka,” ungkap Muhammad Syah.

Selain membantu meningkatkan inklusi keuangan syariah, langkah ini juga bertujuan untuk mencegah maraknya pinjaman online ilegal yang kerap merugikan masyarakat akibat denda dan beban tambahan akibat tunggakan pembayaran.

Pinjaman online kerap menawarkan persyaratan pinjaman yang mudah dan cepat, membuatnya menjadi pilihan utama bagi beberapa masyarakat. Namun, Muhammad Syah mengingatkan masyarakat agar lebih bijaksana dalam mempertimbangkan risiko-risiko yang mungkin timbul di kemudian hari.

Sebagai bank yang menjalankan fungsi intermediasi secara syariah dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Aceh Syariah mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menggunakan fasilitas pembiayaan yang mereka tawarkan sebagai alternatif yang lebih aman dan terpercaya.

Dalam upayanya untuk mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Aceh, Bank Aceh telah menyalurkan Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp. 361 miliar dari alokasi total Rp. 510 miliar yang disediakan di tahun ini. Pembiayaan KUR ini memberikan margin atau imbal bagi hasil yang sangat memudahkan masyarakat, yakni dengan rate 3 hingga 6%, yang jauh lebih rendah daripada pinjaman online.

“Syarat pengajuan Pembiayaan KUR juga sangat mudah, memberikan kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat yang belum pernah menikmati fasilitas pembiayaan dari Bank,” tambah Muhammad Syah.

Bank Aceh Syariah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penyaluran Pembiayaan KUR dan berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang kuat dan berkelanjutan di Aceh. Dengan memberikan alternatif pembiayaan syariah yang aman dan terpercaya, Bank Aceh Syariah berharap dapat membantu masyarakat mencapai kesejahteraan finansial dengan lebih baik.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close