“Potensi Aceh sangat bagus. Orang bilang tanah rawa susah ditanami tanaman, buktinya ini jadi kok,” kata Achmad Marzuki.
Ia meminta agar Bupati mengajak serta Dandim dan Danrem untuk memberikan motivasi kepada masyarakat. “Buktikan jika di lahan berawa pun jika digarap dengan baik akan menghasilkan hasil tanaman yang bagus serta berproduksi tinggi,” tutur Pj Gubernur Aceh.
Danrem Teuku Umar, Kolonel Inf. Riyanto, mengatakan apa yang dilakukan Kelompok Tani Teuku Umar di Makorem, merupakan bagian dari program ketahanan pangan terintegrasi. Di mana konsep terintegrasi diterapkan. Mereka membantu pengembangan tanaman dengan pupuk organik hasil kotoran hewan yang dipelihara di sana.
“Kotorannya kita olah menjadi pupuk. Dan sapi ini, yang kasihnya pas datang ke sini kaget, sebentar saja sudah gemuk,” kata Riyanto. Di lahan itu, para anggota kelompok tani dibantu prajurit TNI juga menanam pakan ternak seperti rumput dan pohon pisang.




















