“Paling masuk akal itu ya membantu membuatkan warung. Karena memang keterbatasan ayahnya, sama sekali tidak ada mata pencaharian lain,”ucap Ismail.
Koptu Ismail terlibat langsung membangun dapur dan kamar mandi di rumah Ramdani setiap harinya. Ia bersama putrinya yang masing-masing berusia 10, 9 dan 3 tahun berkeliling kampung berharap sumbangan warga.
Ramdani hanya bisa duduk di kursi roda dengan memangku anak bungsunya. Sedangkan dua anak lainnya mendorong kursi roda mendatangi satu per satu warung kopi yang ada di Karang Baru, Aceh Tamiang.
Ismail menggambarkan kalau sebelumnya kondisi kamar mandi dan dapur keluarga ini sangat memprihatinkan.














