HeadlineNasionalNews

BKKBN Minta Pemkab Perioritaskan Keluaga Muda Turunkan Stunting

×

BKKBN Minta Pemkab Perioritaskan Keluaga Muda Turunkan Stunting

Sebarkan artikel ini
Kepala BKKBN Hasto bersama Kepala BKKBN Aceh Sahidal Kastri dan Forkopimda saat mengunjungi Gayo Lues, Sabtu (14/1/2023) [Foto/For Habanusantara]

Habanusantara.net, Kabupaten Gayo Lues menduduki peringkat tertinggi Angka Prevalensi Stunting di Aceh dari 22 Kabupaten Kota Lainnya. Hal itu berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka prevalensi stunting Gayo Lues 42,9 persen. Prevalensi stunting Provinsi Aceh rata-rata adalah 33,2 persen.

Atas Permasalahan tersebut, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G (K) memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Gayo Lues dalam upaya penurunan angka Stunting.

Pada 2023 ini, Kabupaten Gayo Lues juga menerima dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dari BKKBN sebesar Rp6,4 miliar yang diperuntukan untuk program fisik Rp1,5 miliar dan Rp4,9 miliar.

Dihadapan Forkopimda Negeri Seribu Bukit itu, Kepala BKKBN Hasto meminta agar Pemkab Gayo Lues memprioritaskan keluarga-keluarga muda dalam upaya mempercepat penurunan stunting dan mencegah lahirnya bayi-bayi stunting yang baru.

Hasto juga menjelaskan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia sebab generasi saat ini akan menjadi pemimpin masa depan bangsa Indonesia.

“Keluarga muda harus jadi prioritas dalam percepatan penurunan stunting, sesuai arahan dan pesan Bapak Presiden. Karena itu pendampingan terhadap keluarga-keluarga muda di Gayo Lues harus jadi prioritas utama,” pintanya di aula kantor Pemkab Gayo Lues, Jumat (13/01/2023)

Salah satu strategi pencegahan stunting dari hulu adalah pendampingan kepada keluarga muda. Hal ini bisa dilakukan melalui sejak tiga bulan sebelum pernikahan dan juga pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga kepada pasangan usia subur. Pelayanan KB dan penggunaan alat kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur (PUS), dan memiliki pengaruh signifikan terhadap percepatan penurunan stunting.

Hasto juga menyinggung bahaya dari pernikahan muda dan kehamilan di usia remaja. Karena itu, untuk mengatasi pernikahan di usia muda maka Pemkab Gayo Lues harus bekerja sama dengan sekolah-sekolah, kantor Kementerian Agama, dan para ulama.

Kabupaten Gayo Lues berpenduduk 101.061 jiwa. Dari 11 kecamatan dan 148 desa atau gampong, penduduk paling banyak tinggal di Kecamatan Blangkejeren yang merupakan ibukota Kabupaten Gayo Lues.

Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga (PK) tahun 2021 yang telah dimutakhirkan BKKBN pada 2022, di Kabupaten Gayo Lues terdiri dari 23,980 keluarga. Dari jumlah itu, keluarga berisiko stunting sebanyak 12.292 keluarga.

Sementara itu, Pejabat (Pj) Bupati yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Gayo Lues Irwansyah dalam pertemuan mengatakan Pemkab Gayo Lues telah melakukan berbagai upaya mempercepat turunkan stunting, seperti melaksanakan Rembuk Stunting dan melakukan Audit Kasus Stunting.

Selain itu kata Irwansyah, pihaknya telah melakukan program Bapak Asuh Anak Stunting.

Kendati demikian Irwansyah mengatakan ada kendala yang menyebabkan stunting di kabupaten yang berada di kaki Gunung Leuser ini punya prevalensi stunting tinggi. “Kendalanya terkait pola pikir masyarakat terhadap pola asuh dan pemberian asupan makanan. Tingkat pendidikan juga masih rendah,” ujar Irwansyah.

Menurut Irwansyah, angka pernikahan dini di daerah berhawa sejuk dan kerap ditutupi kabut ini juga tinggi dan tingkat kemiskinan yang juga tinggi.

“Mungkin, apa yang telah kami lakukan ini belum tepat untuk menurunkan stunting. Karena itu kami memohon arahan dan bimbingan untuk menurunkan stunting di Kabupaten Gayo Lues,” ujar Irwansyah.[is]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Headline

Habanusantara.net- Universitas Syiah Kuala (USK) membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak parah bencana hidrometeorologi di Aceh. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa dan keluarga…

close