Banda AcehNews

“ANUGERAH JURNALISTIK ACEH HEBAT 2019”

×

“ANUGERAH JURNALISTIK ACEH HEBAT 2019”

Sebarkan artikel ini

1. Aceh Seujahtra (JKA Plus)
JKA Plus merupakan singkatan dari Jaminan Kesejahteraan Aceh yang meliputi: a. Pemenuhan akses layanan kesehatan gratis yang lebih mudah, berkualitas dan terintegrasi bagi seluruh rakyat; b. Pemberian santunan untuk kalangan masyarakat usia lanjut; c. Pembangunan Rumah Sakit Regional tanpa menggunakan hutang luar negeri (Loan); d. Mengembalikan ruh JKA yang pernah dirasakan oleh rakyat Aceh.

2. Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu)
SIAT merupakan pengembangan sistem informasi dan database Aceh yang terpadu yang akan digunakan untuk semua sektor pembangunan dan pelayanan masyarakat. Dengan adanya SIAT seluruh informasi yang berguna untuk pembangunan dan pelayanan akan terupdate dengan cepat, dapat diakses oleh semua stakeholder melalui satu pintu, serta menjadi acuan bersama dalam perencanaan pembangunan pada setiap tingkat pemerintahan. Sistem ini perlu dibangun untuk menghindari perencanaan pembangunan yang tidak efektif, tidak efisien, dan tidak tepat sasaran akibat dari ketiadaan data yang valid dan terintegrasi.

3. Aceh Caròng
Anak Aceh cerdas (caròng) yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional dapat dicapai melalui pendidikan yang berkualitas. Program-program yang akan dijalankan untuk tujuan tersebut antara lain:

a. Penguatan keterampilan bagi generasi muda melalui pendidikan vokasional baik formal dan nonformal; b. Penyediaan fasilitas pendidikan dan pemberian keterampilan bagi peserta didik di dayah-dayah; c. Pemerataan rasio guru untuk seluruh bidang studi di seluruh penjuru Aceh khususnya daerah terpencil; d. Peningkatan kompetensi guru dalam bidang studi yang diajarkan secara merata di seluruh Aceh; e. Penyediaan beasiswa bagi anak yatim dan anak orang miskin mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri; f. Pengiriman putra-putri terbaik Aceh untuk mendapatkan pendidikan di universitas-universitas yang bergengsi di tingkat international dan memberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan ke depan saat kembali ke Aceh.

4. Aceh Energi
Pemenuhan energi listrik bagi rakyat Aceh dan industri yang berasal dari energi bersih-terbarukan. Agenda-agenda strategis yang akan dilakukan untuk mendukung program ini adalah sebagai berikut: 

a. Penyiapan Master Plan Energi Aceh yang komprehensif dan terintegrasi (validasi data primer dan rencana pengembangan); b. Penerapan Public Private Partnership untuk utilisasi sumber daya energi skala menengah dan besar khususnya panas bumi dan tenaga air tanpa menggunakan hutang luar negeri; c. Memastikan komitmen PLN untuk memperbaiki sistem transmisi sehingga tidak sering terjadi pemadaman listrik di Aceh; d. Percepatan realisasi pembangkit listrik Geothermal Seulawah dan pembangkit listrik tenaga air (mini dan mikrohidro) dengan kapasitas menengah; e. Pemberian kemudahan perizinan bagi pihak swasta yang berminat berinvestasi dalam sektor energi bersih dan terbarukan. f. Memperkuat eksistensi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) sebagai perwujudan amanat yang telah ditetapkan dalam UUPA.

5. Aceh Meugoë dan Meulaôt

Pembangunan pertanian dan ekonomi maritim melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi. a. Penuntasan penyediaan irigasi yang dapat mengaliri seluruh lahan pertanian rakyat dan pencetakan sawah baru; b. Modernisasi teknologi bagi sektor pertanian termasuk teknologi pengolahan pasca panen; c. Memperbaiki fasilitas dan teknologi perikanan serta jaringan pemasarannya; d. Kemandirian rantai pasok (supply chain) di berbagai tingkatan dalam sektor peternakan rakyat; e. Penyediaan sarana pendukung bagi nilai tambah dan akses pasar yang lebih luas terhadap produk pertanian, peternakan dan perikanan.

6. Acèh Troë

Pemenuhan bahan pangan dan gizi bagi seluruh rakyat Aceh secara mandiri melalui: a. Peningkatan produktifitas pertanian dan kemudahan akses terhadap bahan pangan; b. Penertiban distribusi bibit, pupuk dan obat di bagi pertanian rakyat; c. Membangun kemandirian pangan melalui penurunan ketergantungan terhadap provinsi tetangga; d. Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian.

7. Acèh Kreatif

Mendorong tumbuhnya industri sesuai dengan potensi sumberdaya daerah dan memproteksi produk yang dihasilkannya; Program ini dilaksanakan melalui: a. Penyediaan sentra produksi yang berbasis potensi sumber daya lokal dan berorientasi pada pasar lokal; b. Perlindungan produk-produk yang dihasilkan oleh industri lokal agar dapat bersaing dengan produk dari luar Aceh; c. Merangsang lahirnya industri-industri kreatif yang potensial terutama di sektor jasa;

8. Acèh Kaya

Merangsang tumbuhnya entrepreneur yang ditunjang dengan kemudahan akses terhadap modal, keterampilan dan pasar. Program ini dilaksanakan melalui: a. Peningkatan peran serta lembaga keuangan dan pembiayan lokal untuk terlibat aktif dalam pembinaan dan dukungan modal usaha bagi wirausahawan muda; b. Memastikan partisipasi sektor swasta dan BUMN untuk menggunakan dana CSR secara terkoordinir dan satu pintu untuk meningkatkan sumber pembiayaan bagi entrepreneur; c. Pelibatan perguruan tinggi dalam pembinaan manajemen bagi wirausaha muda.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
News

Nah, selanjutnya, sebagian dana bantuan diserahkan dalam bentuk bantuan logistik, berupa beras, indomie, sajadah, pakaian anak-anak, biskuit, dan pembalut wanita ke warga terdampak di Pidie Jaya. “Donasi JMSI Aceh mungkin…

close