PIDIE. Habanusantara.net
Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Rakyat Pidie Melawan di Gedung DPRK Pidie, Jalan Tgk. Chik Ditiro, Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli, Jumat (6/11/2026), berlangsung aman dan kondusif. Setelah melalui proses penyampaian aspirasi dan negosiasi, seluruh isi petisi yang disampaikan massa aksi akhirnya disepakati dan ditandatangani oleh Ketua DPRK Pidie bersama Wakil Ketua I serta mendapat persetujuan seluruh anggota DPRK Pidie.
Aksi yang diikuti sekitar 150 orang dari berbagai unsur mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait sejumlah tuntutan, khususnya menyangkut kejadian bentrokan di Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
Sebelum menuju Gedung DPRK, massa berkumpul di depan Gedung PCC Pidie, kemudian melakukan konvoi melintasi kawasan Kota Sigli dan menyampaikan orasi di Tugu Aneuk Mulieng. Selanjutnya, massa bergerak menuju kawasan Mes Pemda Pidie dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Gedung DPRK Pidie.
Dalam aksinya, massa menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya mendesak pembentukan tim investigasi independen, pengusutan hukum terhadap kejadian, pemenuhan hak korban dan keluarga korban, serta komitmen nyata pemerintah dalam menjaga perdamaian Aceh.
Massa juga menyampaikan tuntutan pertanggungjawaban kepada sejumlah unsur pemerintahan dan lembaga perwakilan rakyat.
Menanggapi penyampaian aspirasi tersebut, Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., bersama Wakil Ketua I Teuku Zulkarnaini, S.P., dan seluruh anggota DPRK Pidie melakukan komunikasi serta negosiasi dengan perwakilan massa aksi di Gedung DPRK.
Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., bersama Wakapolres Kompol Firdaus Jufrida, S.T., M.Si., turut hadir memantau jalannya kegiatan guna memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan tidak mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Polres Pidie, Dalmas Dit Samapta Polda Aceh, serta Brimob Polda Aceh. Personel Satlantas Polres Pidie juga melakukan pengawalan konvoi dan pengaturan arus lalu lintas untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat selama berlangsungnya aksi.
Setelah melalui proses dialog dan negosiasi, sekitar pukul 19.25 WIB, seluruh isi petisi disepakati dan ditandatangani oleh Ketua DPRK Pidie dan Wakil Ketua I, dengan persetujuan seluruh anggota DPRK Pidie. Kedua pihak kemudian membuat video pernyataan sebagai bentuk dokumentasi kesepakatan.
Sekitar pukul 19.45 WIB, massa aksi akhirnya meninggalkan Gedung DPRK Pidie dan membubarkan diri dengan tertib.
Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi, pihak DPRK, serta seluruh personel pengamanan yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Ia menegaskan bahwa Polri menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum dan berkomitmen memberikan pengamanan secara profesional, humanis, serta mengedepankan pendekatan persuasif.
“Penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, mengedepankan dialog, serta bersama-sama merawat perdamaian dan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Pidie,” pesannya.
Keberhasilan pengamanan aksi tersebut menjadi wujud komitmen Polres Pidie dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat, sekaligus memastikan setiap penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara aman, tertib, dan damai.
Polri hadir untuk melayani masyarakat, mengawal aspirasi, menjaga kedamaian. (Raju)
Kawal Aspirasi Masyarakat, Polres Pidie Pastikan Aksi di DPRK Berjalan Aman





