Ketua DPRK Aceh Barat Buka Woyla Raya Cup

Redaksi4
A-AA+A++

Habanusantara.net – Ketua DPRK Aceh Barat, Siti Ramazan, resmi membuka Turnamen Sepak Bola Woyla Raya Cup di Lapangan Perkasa, Kuala Bhee, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (11/10/2026).
Turnamen ini menjadi ajang kompetisi bagi tim-tim sepak bola di wilayah Woyla Raya sekaligus wadah untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan masyarakat melalui olahraga.

Pembukaan turnamen tersebut turut dihadiri Ketua PSSI Aceh Barat, Camat Woyla, Camat Bubon, Kapolsek Woyla, serta Danramil Woyla.

Siti Ramazan menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Woyla Raya Cup. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memiliki nilai positif dalam mempererat hubungan antarmasyarakat.

“Saya sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, karena selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi wadah silaturahmi dan mempererat hubungan antarmasyarakat. Melalui olahraga, kita bisa membangun kebersamaan, kekompakan, serta semangat persaudaraan,” kata Siti Ramazan.

Perempuan yang akrab disapa Dekti itu berharap turnamen tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menilai, kompetisi sepak bola di tingkat lokal menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, sekaligus menambah pengalaman bertanding.

“Harapan kita, melalui turnamen ini akan lahir bibit-bibit pemain sepak bola berbakat dari wilayah Woyla Raya yang nantinya bisa berkembang dan membawa nama baik daerah, baik di tingkat kabupaten maupun ke jenjang yang lebih tinggi. Karena itu, pembinaan olahraga harus dimulai dari tingkat lokal dengan memberikan ruang dan kesempatan kepada generasi muda untuk berkompetisi,” ujarnya.

Selain mendorong pengembangan potensi pemain, Dekti juga mengingatkan seluruh tim, pemain, panitia, dan suporter agar menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung.

Menurutnya, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dalam sebuah pertandingan. Lebih dari itu, setiap peserta harus mampu menghargai lawan dan menjaga semangat persaudaraan agar kompetisi berjalan dengan baik.

“Menang dan kalah dalam pertandingan merupakan hal yang biasa. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjunjung tinggi sportivitas, menghargai lawan, menjaga persatuan, dan menjadikan olahraga sebagai sarana mempererat hubungan silaturahmi. Jangan sampai karena pertandingan justru menimbulkan perselisihan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dekti juga berharap Woyla Raya Cup dapat menjadi kegiatan positif yang terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi olahraga, maupun masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kemajuan olahraga daerah membutuhkan dukungan dan kerja sama bersama, terutama dalam memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat melalui kegiatan yang positif.

“Kemajuan olahraga daerah membutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak, terutama dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat mereka ke arah kegiatan yang positif,” tutupnya.