Ismawardi Apresiasi Polda Aceh Bongkar Pabrik Sabu di Pidie, Dukung Aceh Bebas Narkoba

Redaksi
Anggota DPRK Banda Aceh Ismawardi
Anggota DPRK Banda Aceh Ismawardi
A-AA+A++

Habanusantara.net, BANDA ACEH — Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, mengapresiasi Polda Aceh bersama tim gabungan yang telah berhasul mengungkap laboratorium narkotika jaringan internasional di Kabupaten Pidie. Dalam pengungkapan tersebut, aparat mengamankan barang bukti 1,2 ton sabu cair dan 11 tersangka.

Menurut Ismawardi, pengungkapan kasus berskala besar itu merupakan upaya melindungi masyarakat Aceh dari ancaman peredaran narkotika yang merusak generasi muda dan mengancam masa depan Aceh.

“Ini patut kita apresiasi. Pengungkapan laboratorium narkotika jaringan internasional di Pidie sebagai upaya besar untuk melindungi masyarakat Aceh dari bahaya narkoba. Kita mendukung penuh upaya aparat penegak hukum untuk memberantas peredaran narkotika sampai ke akar-akarnya,” ujar Ismawardi.

Baca juga : ‎Kapolri Ungkap Laboratorium Narkoba di Pidie, Hampir 1,2 Ton Sabu Berhasil Diungkap

Ismawardi juga mengapresiasi ketegasan Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan yang menegaskan tidak ada kompromi terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Menurutnya, ketegasan aparat harus terus dipertahankan agar Aceh tidak menjadi tempat produksi, transit, maupun peredaran narkotika bagi jaringan internasional.

Ia menegaskan, pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga aparatur gampong.

Karena itu, Ismawardi mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing, terutama penggunaan rumah kosong, gudang, atau bangunan yang diduga dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal.

“Peran masyarakat sangat penting. Jika ada aktivitas yang mencurigakan, jangan takut melapor kepada aparat berwenang. Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak dimanfaatkan oleh jaringan narkoba,” katanya.

Ia berharap pengungkapan kasus di Pidie menjadi peringatan keras bagi para pelaku bahwa Aceh bukan tempat yang aman untuk menjalankan bisnis narkotika.

Ismawardi juga mendorong penegakan hukum dilakukan secara konsisten, transparan, dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti terlibat, termasuk pihak yang membantu operasional jaringan tersebut.

Selain penindakan, ia menilai pemberantasan narkoba perlu diimbangi dengan upaya pencegahan melalui edukasi, penguatan peran keluarga, serta perlindungan generasi muda dari pengaruh lingkungan berisiko.

“Harapan kita, pengungkapan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi narkoba. Kita ingin Aceh yang aman, generasi mudanya terlindungi, dan masyarakat terbebas dari ancaman narkotika,” tutupnya.[is]