Media Haba Nusantara Raih Predikat Regu Favorit Olimpiade Catur HUT 14 Media Pos Aceh

Redaksi3
A-AA+A++

habanusantara.net, Banda Aceh – Di antara 21 regu tangguh yang bertarung tujuh babak Swiss System, ada satu regu yang tidak pulang dengan trofi juara, namun pulang dengan tepuk tangan paling panjang. Dialah Regu Media Haba Nusantara.

Regu yang diperkuat pecatur-pecatur non-master lokal itu resmi terpilih sebagai Regu Favorit pada Olimpiade Catur HUT 14 Media Pos Aceh yang berakhir Minggu, 18 Oktober 2026, di Kantor Media Pos Aceh, Gampong Doy, Banda Aceh.

Predikat favorit memang bersifat subjektif. Ia tidak dihitung dari match point atau solkoff. Namun justru karena itulah, penghargaan ini terasa jujur. Ia lahir dari simpati arena.

Bayangkan, selama dua hari, 17-18 Oktober 2026, Haba Nusantara bertarung all out. Tidak ada Master Nasional, tidak ada Master Percasi.

Hanya Sudirman Mansyur selaku kapten regu, Bambang Jono, dan Muhammad – tiga pecatur lokal dengan kemampuan yang, jika jujur, pas-pasan.

Namun setiap langkah mereka militan, setiap babak mereka datangi dengan motivasi tinggi, bahkan ketika harus berhadapan dengan regu-regu yang diperkuat pecatur non-master tangguh.

Penampilan itulah yang mengundang simpati. Mereka kalah secara Elo, tapi menang secara sportivitas.

CEO Media Haba Nusantara, Ismail, menyambut gembira penghargaan tersebut. Bagi media digital berbasis di Aceh yang telah terverifikasi faktual oleh Dewan Pers itu, keikutsertaan bukan sekadar soal menang-kalah.

“Keikutsertaan Media Haba Nusantara di HUT 14 Pos Aceh adalah bentuk partisipasi untuk menyukseskan dan menyemarakkan pesta catur ini. Selamat Ulang Tahun untuk Pos Aceh,” ujar Ismail kepada posaceh.com, Selasa, 20 Oktober 2026.

“Selain itu, kami memfasilitasi pecatur-pecatur untuk mendapat panggung kompetisi. Olimpiade Catur Pos Aceh ini sudah menjadi ikon, sudah dikenal luas. Sayang jika kami lewatkan,” tambah Ismail.

Komitmen itu konsisten. Sejak kategori beregu pertama kali dipertandingkan pada tahun 2024, Haba Nusantara tidak pernah absen, selalu menurunkan regu.

Pada edisi ke-14 ini, persaingan memang sangat sengit. Sebanyak 21 regu dari unsur pemerintah, swasta, kampus, hingga pemerintahan gampong, dari Sabang hingga Medan, bertarung dalam sistem Swiss 7 babak. Poin begitu rapat hingga babak terakhir.

Panitia pun memberikan tiga penghargaan khusus untuk menjaga marwah kebersamaan. Pertama, Regu Gampong Terbaik yang diraih Gampong Dayah Kampung Pisang, Pidie.

Kedua, Regu Favorit yang jatuh kepada Haba Nusantara. Atas predikat itu, Sudirman Mansyur dan kawan-kawan berhak atas hadiah pembinaan Rp400.000 plus piagam yang diserahkan langsung oleh perwakilan Percasi Aceh, Wahidin Lubis.

CEO Media Pos Aceh, Tati Ariana, S.I.Kom., M.A.P., menyebut animo kategori beregu tahun ini meningkat signifikan.

“21 regu ikut serta, dari Sabang hingga Medan. Ini membuktikan Olimpiade Catur Pos Aceh sudah menjadi agenda silaturahmi catur Sumatera,” ujarnya.

“Kategori beregu ini adalah simbol kebersamaan instansi dan komunitas,” kata Tati.

Dan Haba Nusantara adalah simbol itu yang paling sempurna. Mereka datang bukan dengan gelar Master di dada, melainkan dengan semangat.

Meski mereka tak maksimal menang di papan skor, tapi menang di papan hati penonton.

Di atas 64 petak, tidak semua kemenangan harus dihitung dengan angka. Ada kemenangan yang dihitung dengan respek. (Sdm).