Kualitas Udara Banda Aceh Naik ke 131, Pemko Siagakan Puskesmas dan Terapkan Sekolah Daring

Redaksi
A-AA+A++

habanusantara.net – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat langkah antisipasi dampak kabut asap dengan menyiagakan seluruh puskesmas selama 24 jam dan menerapkan pembelajaran daring bagi siswa PAUD/TK, SD, dan SMP negeri.

Langkah tersebut diambil di tengah memburuknya indikator kualitas udara di Banda Aceh. Berdasarkan pantauan pada Jumat (16/10/2026) pukul 16.00 WIB, indikator kualitas udara meningkat dari 63 menjadi 131 dan mengarah ke kategori tidak sehat.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membahas penanganan kondisi tersebut bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dalam rapat koordinasi pada Jumat sore. Pemerintah kota menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko kesehatan sekaligus mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi udara.

Di sektor pendidikan, Pemko menetapkan pembelajaran daring bagi siswa PAUD/TK, SD, dan SMP negeri melalui surat edaran wali kota. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap anak-anak.

Sementara itu, Dinas Kesehatan mengoordinasikan kesiapan seluruh puskesmas agar tetap memberikan pelayanan selama 24 jam. Fasilitas kesehatan tersebut disiagakan untuk menangani masyarakat yang mengalami keluhan, terutama gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Illiza mengatakan, Pemko juga akan membentuk tim khusus untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tim tersebut akan mengoordinasikan pembagian tugas setiap OPD dan memastikan langkah penanganan berjalan sesuai perkembangan situasi.

“Kita pantau terus, jangan sampai berisiko. Harapannya dampak dari karhutla tidak terus menyebar dan menebal,” kata Illiza.

Pemko turut menyiapkan sejumlah opsi kebijakan jika kualitas udara terus memburuk. Opsi tersebut mencakup penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), pembelajaran daring, serta pembatasan jam operasional kafe dan warung kopi yang buka selama 24 jam.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Warga juga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Pengguna jalan diminta berhati-hati jika jarak pandang berkurang. Warga yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan yang semakin parah diimbau segera mencari pertolongan medis.[Fira]