Soal Pengakuan Anak Tgk Agam Dipukul Senior, Ini Kata Direktur Poltekpel Malahayati

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net — Direktur Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Andi Fiardi, membantah informasi mengenai dugaan pemukulan terhadap taruna yang sebelumnya diungkap Ketua Komisi VI DPRA, Nazaruddin alias Tgk Agam.

Andi menegaskan pihaknya telah menelusuri informasi tersebut dan memastikan laporan mengenai anak Tgk Agam yang disebut pernah dipukul senior tidak benar.

“Jadi kami pastikan informasi itu tidak benar. Ini kami sudah teliti,” kata Andi Fiardi kepada wartawan dalam konferensi pers di Poltekpel Malahayati, Rabu (30/9/2026) kemarin.

Baca juga : Tgk Agam Ungkap Pengakuan Anaknya Pernah Dipukul Senior Poltekpel 16 Kali

Sebelumnya, Tgk Agam menyebut anaknya yang pernah menjalani pendidikan di Poltekpel Malahayati mengaku mendapat kekerasan dari seorang senior berinisial A.

Menurut pengakuan yang diterima Tgk Agam, anaknya bahkan disebut mengalami pemukulan sekitar 16 kali. Informasi tersebut kemudian diminta Tgk Agam untuk ikut ditelusuri di tengah penyelidikan kasus meninggalnya Muhammad Rasya Fadilah.

Namun, Andi menyatakan informasi tersebut tidak sesuai dengan hasil penelusuran pihak kampus.

“Kami bisa pertanggungjawabkan,” tegasnya.

Baca juga : NasDem Aceh Bentuk Dua Tim Advokasi, Minta Kematian Rasya Diusut Tuntas

Andi mengatakan pihak Poltekpel sebenarnya berencana menghadirkan taruna yang disebut sebagai korban untuk memberikan penjelasan langsung. Namun, rencana tersebut belum dilakukan dalam konferensi pers tersebut.

Ia juga mempertanyakan informasi yang disampaikan kepada orang tua taruna tersebut dan meminta agar laporan semacam itu terlebih dahulu dipastikan kebenarannya.

Andi Fiardi

“Harusnya orang tua juga menyeleksi laporan anak, apakah memang benar ada atau tidak”

Direktur Poltekpel Malahayati

Menurut Andi, Tgk Agam sebelumnya juga telah datang ke Poltekpel Malahayati untuk menyampaikan persoalan tersebut. Pihak kampus, kata dia, telah memberikan penjelasan terkait informasi yang disampaikan.

Meski membantah tudingan tersebut, Andi mengatakan kedatangan anggota dewan itu tetap menjadi masukan bagi pihak kampus.

“Kedatangan mereka itu juga menjadi masukan bagi kita untuk catatan perbaikan ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, Poltekpel tetap terbuka terhadap masukan yang disampaikan berbagai pihak, terutama yang berkaitan dengan upaya mencegah terjadinya persoalan serupa di lingkungan pendidikan.

“Kalau berita itu tidak benar, kalau masukan sih kita welcome dalam rangka mengingatkan agar ke depan jangan terjadi segala macam, kita welcome,” ujar Andi.

baca juga : Mahasiswa Poltekpel Malahayati Meninggal Usai Demam Tinggi dan Muncul Ruam, Polisi Tunggu Hasil Hasil CT Scan dan Visum

Sementara itu, persoalan mengenai penyebab meninggalnya Muhammad Rasya Fadilah masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

Karena itu, bantahan pihak Poltekpel maupun informasi mengenai dugaan kekerasan sebelumnya masih perlu ditempatkan sebagai keterangan dari masing-masing pihak sampai terdapat hasil pemeriksaan atau penyelidikan yang memastikan faktanya [is]