Festival Pelajar Tingkat SDN Aceh Utara, Tingkatkan Tari Budaya Aceh

Munawir
A-AA+A++

Haba nusantara.net – Sekitar 29 sekolah tingkat SDN dan Dua MIN Kuta Makmur – Simpang keramat mengikuti lomba festival tari budaya Aceh ajang kompetisi yang menjadi wahana pembelajaran bagi generasi muda, diselenggarakan di Gampong wisata Lhok Buloh kuta makmur Aceh Utara.

Adapun tema “Festival Tari Budaya Aceh” dipilih sebagai simbol perjalanan lanjutan bahwa tari tradisi bukan sekadar gerak tubuh, tetapi doa yang dilantunkan melalui gerakan dan irama, menjadi penghubung antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Bagi Kepala Disporapar Zulkifli,S,Ah.,M.Pd menyatakan, momen tersebut bukan sekadar penutup acara, melainkan penegasan bahwa festival ini telah menjadi denyut baru bagi seni, budaya, dan ekonomi masyarakat.

“Agenda rutin yang kita selenggarakan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini memang kita dedikasikan untuk memperkenalkan budaya-budaya asli Tarian budaya Aceh ” tuturnya kepada Habanusantara Net Minggu 14 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama festival tari budaya aceh ini adalah meningkatkan nilai-nilai seni budaya dan menjaga warisan leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi bukti kuat bahwa festival ini semakin mendapat tempat di hati warga,bagi pelajar tingkat SDN dan MIN yang mendapatkan juara I sampai III terus berusaha berkarya untuk akan datang lagi

“Alhamdulillah acaranya berjalan baik dan benar-benar mendapat tanggapan yang sangat menarik, Selamat untuk anak- anak kita yang mendapatkan juara I sampai III” katanya.

Festival Tari Budaya Aceh Pedalaman merupakan salah satu program prioritas Pemkab Aceh Utara di bidang seni dan budaya. Karena itu, peningkatan kualitas pelaksanaan akan terus dilakukan.

“Insyaallah tahun depan kita laksanakan lagi. Mudah-mudahan bisa lebih meriah dari tahun ini, Ujarnya optimis

Geusyik Panton Rayeuk II Kecamatan Kuta Makmur Zamzami menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari panitia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, OPD terkait , TNI/Polri, Satpol PP, hingga para relawan.

“Ini kerja besar kami. Kolaborasi kuat dari semua OPD. Kami juga mendapatkan arahan dan masukan dari Bupati Aceh Utara Ayah Wa Melalui Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Musliana Ismail A. Jalil , serta stakeholder lainnya,” ungkapnya

Festival yang berlangsung selama beberapa hari itu tidak hanya menampilkan tari-tarian pesisir dan pedalaman. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga menggratiskan beberapa Stand UMKM bagi pelaku usaha lokal maupun dari luar daerah. Dampaknya terasa jelas.

“Perputaran ekonomi meningkat, baik bagi pedagang maupun masyarakat,” jelas Zamzami, dan Penuh sesaknya area RTH pada sore penutupan menjadi bukti betapa besar perputaran ekonomi yang tercipta selama festival berlangsung.[*]