Habanusantara.net – Harga emas perhiasan di Banda Aceh terus melonjak tajam. Setelah beberapa hari bergerak naik, harga emas kini menembus Rp8,1 juta per mayam atau setara 3,3 gram.
Berdasarkan pantauan harga pada Kamis (4/6/2026), emas perhiasan dijual Rp8.100.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.
Kenaikan tersebut terjadi secara bertahap dalam dua hari terakhir. Pada Selasa (2/6/2026), harga emas masih berada di level Rp7.960.000 per mayam. Sehari kemudian naik menjadi Rp8.010.000 per mayam, sebelum kembali melonjak ke angka Rp8.100.000 per mayam pada Kamis.
Dengan demikian, harga emas perhiasan di Banda Aceh telah naik Rp140 ribu per mayam hanya dalam kurun dua hari.
Selain harga emas yang meningkat, masyarakat juga masih harus membayar ongkos pembuatan perhiasan yang berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per mayam, tergantung model dan tingkat kerumitan pengerjaan.
Lonjakan harga emas perhiasan ini terjadi di tengah pergerakan berbeda pada pasar emas batangan nasional.
Data Pegadaian menunjukkan harga emas Antam turun Rp9.000 menjadi Rp2.856.000 per gram. Harga emas UBS juga terkoreksi Rp8.000 menjadi Rp2.816.000 per gram, sementara Galeri24 turun Rp8.000 menjadi Rp2.756.000 per gram.
Penurunan serupa juga terjadi pada emas batangan bersertifikat Antam yang dipasarkan melalui Butik Emas Logam Mulia. Harga beli emas tercatat turun Rp15.000 menjadi Rp2.759.000 per gram.
Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan tren antara pasar emas perhiasan di Banda Aceh dan pasar emas batangan nasional. Saat harga emas batangan mengalami koreksi, harga emas perhiasan justru terus menguat.
Bagi masyarakat yang berencana membeli emas perhiasan, kenaikan ini berarti biaya pembelian semakin tinggi. Namun bagi pemilik emas, lonjakan harga tersebut menjadi kabar baik karena nilai aset yang dimiliki ikut meningkat.[Fira]





