Habanusantara.net – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Aceh pada Februari 2026 mengalami kenaikan menjadi 5,88 persen. Angka tersebut meningkat 0,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan jumlah penduduk usia kerja di Aceh kini mencapai 4,19 juta orang atau bertambah 66.510 orang dibanding Februari 2025.
“Dari total itu, sebanyak 2,66 juta orang masuk kategori angkatan kerja, sedangkan 1,53 juta lainnya bukan angkatan kerja,” kata Agus.
Ia menjelaskan, jumlah penduduk yang bekerja saat ini tercatat sekitar 2,5 juta orang, sementara jumlah pengangguran mencapai 156.230 orang. Dibanding tahun lalu, jumlah warga yang bekerja justru turun sebanyak 55.340 orang, sedangkan angka pengangguran bertambah 7.430 orang.
Menurut Agus, kenaikan TPT menunjukkan masih terbatasnya lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja baru di Aceh.
“Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat hampir enam orang yang belum mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
BPS juga mencatat tingkat pengangguran laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Pengangguran laki-laki berada di angka 6,09 persen, sementara perempuan 5,51 persen.
Selain itu, pengangguran di wilayah perkotaan masih lebih tinggi dibanding pedesaan. Di sisi lain, sektor pertanian tetap menjadi penopang utama lapangan kerja di Aceh.
Agus menyebutkan tiga sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja yakni pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 41,39 persen, disusul perdagangan besar dan eceran sebesar 13,41 persen, serta sektor pendidikan sebesar 6,97 persen.
“Mayoritas penduduk bekerja masih berada di sektor pertanian. Ini menunjukkan struktur tenaga kerja Aceh masih didominasi sektor primer,” jelasnya.
Berdasarkan status pekerjaan, pekerja dengan kategori buruh, karyawan dan pegawai menjadi kelompok terbesar dengan persentase 31,44 persen. Sementara pelaku usaha yang dibantu buruh tetap menjadi yang paling sedikit, yakni 4,41 persen.
BPS Aceh juga mencatat pekerja informal masih mendominasi pasar tenaga kerja di Aceh. Persentasenya mencapai 64,15 persen, jauh lebih tinggi dibanding pekerja formal yang hanya 35,85 persen.
“Baik pekerja formal maupun informal sama-sama mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pekerja formal turun dari 912 ribu menjadi 846 ribu orang, sedangkan pekerja informal turun dari 1,644 juta menjadi 1,604 juta orang,” tutup Agus.[Fira]





