Sigli. Habanusantara.net
Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, kembali melantik puluhan pejabat administrator dan pengawas (eselon III dan IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie, Rabu 22 April 2026.
Sebanyak 88 pejabat dilantik, terdiri dari camat, kepala bidang (kabid), sekretaris dinas (sekdis), kepala sekretariat, kepala seksi (kasi), sekretaris camat (sekcam), kepala subbagian (kasubag), hingga pejabat fungsional.
Dalam pelantikan yang berlangsung di Oproom Setdakab Pidie tersebut, tercatat 10 camat mengalami rotasi jabatan. Mereka adalah Bustami sebagai Camat Batee, Abdul Fajar sebagai Camat Sakti, Amarullah sebagai Camat Tangse, Khalidin sebagai Camat Padang Tiji, dan Asriadi sebagai Camat Grong-Grong
Selanjutnya, Teuku Muhardi dipercaya sebagai Camat Sakti, Zainal Abidin sebagai Camat Keumala, Zulkarnaini sebagai Camat Mila, Umar sebagai Camat Delima, serta Karniadi sebagai Camat Glumpang Baro.
Pada posisi sekretaris dinas, Sarjani melantik Dr. Ismed sebagai Sekdis Pendidikan dan Kebudayaan, serta Syamsul Bahri ST, MT sebagai Sekdis Kesehatan. Kemudian, Nurmasyitas S.Ag yang sebelumnya menjabat Camat Sakti dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah, dan Ajizah SE, M.Si sebagai Sekretaris Dinas Sosial.
Untuk jabatan kepala sekretariat, Syakya SP, M.Si dilantik sebagai Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), sementara Nuzul Warni, SE dipercaya sebagai Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah.
Selain itu, sejumlah kepala bidang juga mengalami mutasi. Di antaranya, Ir. Edwar ST yang sebelumnya menjabat Kabid Olahraga pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dimutasi menjadi Sekcam Mutiara Timur. Posisi tersebut kini diisi oleh Ir. Dedi Saputra ST, MT.
Kemudian, Hasan Basri ST dilantik sebagai Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara Safriadi SP dipercaya sebagai Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Mukim dan Gampong pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong.
Dalam sambutannya, Bupati Sarjani Abdullah menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik harus bekerja keras, profesional, dan menunjukkan loyalitas dalam menjalankan tugas.
“Setiap kinerja akan dievaluasi. Apabila ada pejabat yang bekerja di luar ekspektasi, akan mendapatkan rapor merah,” tegasnya.
Ia juga meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terus memantau dan membina kinerja jajarannya, termasuk pejabat yang baru dilantik.
Sarjani berharap seluruh pejabat mampu mengukir prestasi demi mewujudkan visi Pidie Meusyuhu dan Bersyariat. “Jika tidak ada peningkatan kinerja, maka kepala OPD juga akan kita evaluasi,” tegasnya. (Raju)





