Dinkes Banda Aceh Kerahkan 11 Puskesmas di City Expo, Layanan Kesehatan Bergilir hingga Malam

Redaksi
Kadinkes Banda Aceh, Wahyudi bersama Tenaga medis yang bertugas di stand dinas kesehatan, Blang Padang [Foto/Habanusantara/Fira]
Kadinkes Banda Aceh, Wahyudi bersama Tenaga medis yang bertugas di stand dinas kesehatan, Blang Padang [Foto/Habanusantara/Fira]
A-AA+A++

Habanusantara.net – Dinas Kesehatan Banda Aceh mengoptimalkan pelayanan kesehatan di ajang Banda Aceh Experience City Expo 2026 dengan mengerahkan tenaga medis dari seluruh puskesmas secara bergilir. Skema ini diterapkan untuk memastikan layanan tetap maksimal sepanjang kegiatan berlangsung.

Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan pihaknya melibatkan 11 puskesmas yang tersebar di sembilan kecamatan di Banda Aceh.

“Seluruh puskesmas kita libatkan secara bergilir. Dalam sehari, ada dua puskesmas yang bertugas pada siang hingga sore, lalu dilanjutkan dua puskesmas lagi dari setelah maghrib hingga malam,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Dengan sistem tersebut, dalam satu hari terdapat empat puskesmas yang bertugas secara bergantian untuk melayani masyarakat. Setiap puskesmas mengirimkan satu dokter, sehingga dalam satu sesi pelayanan terdapat dua dokter yang siaga.

Selain dokter, layanan juga didukung tenaga kesehatan lainnya. Dalam satu waktu piket, terdapat sekitar enam petugas yang terdiri dari dua dokter dan tenaga perawat yang membantu proses pemeriksaan.

“Setiap piket itu ada sekitar enam orang yang standby, termasuk dokter dan perawat. Ini untuk memastikan pelayanan berjalan lancar,” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan kegiatan tidak ditemukan kendala berarti dalam pelayanan. Namun, masih ada masyarakat yang datang di luar jam operasional dan tidak dapat dilayani.

“Kadang ada yang datang sudah lewat waktu, padahal layanan kita tutup pukul 23.00 WIB. Jadi tidak bisa lagi dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Melalui pola pelayanan bergilir ini, Dinkes Banda Aceh berupaya menjangkau lebih banyak masyarakat dalam waktu terbatas, sekaligus memastikan layanan kesehatan tetap optimal di tengah tingginya kunjungan warga pada kegiatan tersebut.[***]