Habanusantara.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banda Aceh tidak hanya membuka layanan pemeriksaan gratis di Banda Aceh Experience City Expo 2026, tetapi juga menyiagakan sistem penanganan medis cepat, termasuk mobil puskesmas keliling (pusling) yang difungsikan layaknya “ICU berjalan”.
Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi, menegaskan seluruh tenaga medis yang bertugas telah diinstruksikan untuk memberikan respons cepat terhadap setiap kebutuhan kesehatan pengunjung.
“Selain membuka stand, kami juga menyiapkan tenaga medis untuk menangani masyarakat yang membutuhkan pertolongan langsung di lokasi kegiatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu kekuatan utama layanan kesehatan di ajang ini adalah kehadiran mobil puskesmas keliling yang menjadi program prioritas Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal.
Kendaraan ini tidak sekadar berfungsi sebagai ambulans, tetapi dilengkapi fasilitas medis yang mampu menangani pemeriksaan lanjutan.
“Di dalam pusling itu bisa dilakukan pemeriksaan jantung hingga USG. Jadi ini bukan ambulans biasa, tapi seperti ICU berjalan untuk penanganan awal,” jelas Wahyudi.
Menurutnya, skema pelayanan dirancang berlapis. Pengunjung yang mengalami keluhan kesehatan akan ditangani terlebih dahulu di lokasi menggunakan fasilitas pusling. Jika kondisi memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien akan segera dirujuk ke rumah sakit.
“Penanganan awal kita lakukan di tempat. Kalau tidak memungkinkan atau kondisi darurat, baru kita rujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan,” katanya.
Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya mobilitas dan kepadatan pengunjung selama pameran, yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, mulai dari kelelahan hingga kondisi darurat medis.
Selain itu, Dinkes Banda Aceh juga menggandeng Palang Merah Indonesia untuk memperkuat layanan kesehatan di lokasi. PMI terlibat dalam kegiatan donor darah, di mana proses skrining dilakukan di stand Dinkes, sementara pelaksanaan donor dilakukan di fasilitas PMI.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi integratif untuk memastikan layanan kesehatan tidak hanya bersifat promotif dan preventif, tetapi juga siap dalam kondisi kuratif dan darurat.
Wahyudi menegaskan, kehadiran layanan kesehatan terpadu di City Expo bukan sekadar pelengkap kegiatan, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat di setiap ruang publik.
“Ini bagian dari upaya kita mendekatkan layanan kesehatan sekaligus memastikan masyarakat tetap aman selama mengikuti kegiatan,” pungkasnya.[***]





