Korban Tewas Kecelakaan Mudik Aceh Bertambah Tahun Ini Meski Jumlah Kasus Turun

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026 di Aceh memang menurun signifikan, namun jumlah korban meninggal justru melonjak tajam.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol Deden Supriyatna Imhar, menyebutkan total kecelakaan turun 55 persen, dari 73 kasus pada 2025 menjadi 47 kasus di tahun ini. Namun, jumlah korban jiwa meningkat drastis dari 8 orang menjadi 20 orang.

“Secara jumlah kejadian memang turun, tapi korban meninggal meningkat. Ini menjadi perhatian serius,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Menurut Deden, tingginya angka kematian dipicu oleh faktor kecepatan tinggi dan rendahnya kesadaran penggunaan helm di kalangan pengendara.

Dari sisi wilayah, Kota Banda Aceh menjadi lokasi dengan angka kecelakaan tertinggi, disusul Aceh Jaya dan Aceh Timur. Bahkan, daerah yang tergolong sepi seperti Aceh Tenggara juga mencatat korban jiwa. Ia merincikan di Banda Aceh tercatat delapan kejadian dan lima korban meninggal dunia. Aceh Jaya tujuh kejadian tiga korban jiwa dan Aceh Timur empat kejadian tiga korban jiwa

“Di Aceh Tenggara yang relatif sepi, tetap ada dua korban meninggal dunia. Ini menunjukkan risiko kecelakaan bisa terjadi di mana saja,” katanya.

Operasi Ketupat yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, telah berakhir. Namun, kepolisian masih meningkatkan pengamanan karena arus balik belum sepenuhnya selesai.

Deden menjelaskan, hingga saat ini baru sekitar 80 persen masyarakat yang kembali dari kampung halaman. Sisanya diperkirakan kembali secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, kepolisian menerapkan kegiatan rutin yang ditingkatkan serta penambahan personel di sejumlah titik rawan. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian khusus antara lain Aceh Timur, Aceh Jaya, dan Banda Aceh. Selain itu, kawasan Jembatan Kuta Blang juga menjadi titik krusial karena masih dalam proses perbaikan, sehingga dilakukan rekayasa lalu lintas.

“Kami terus memperkuat pengamanan dan melakukan rekayasa lalu lintas di titik rawan untuk menekan angka kecelakaan,” ujarnya