Habanusantara.net – Kualitas layanan DPMPTSP Aceh kembali menuai apresiasi. Berdasarkan survei kepuasan masyarakat periode Februari 2026, indeks kepuasan masyarakat (IKM) lembaga tersebut mencapai 93,63 dan masuk kategori mutu layanan A atau sangat baik.
Capaian itu diumumkan Kepala DPMPTSP Aceh, Marwan Nusuf, di Banda Aceh, Senin (31/3/2026). Ia menegaskan, hasil tersebut menjadi bukti komitmen instansinya dalam memberikan layanan perizinan yang cepat, tepat, dan transparan.
“Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Ini menunjukkan seluruh responden memberikan penilaian yang sangat positif terhadap layanan kami,” ujar Marwan.
Menurutnya, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam mendukung iklim investasi di Aceh.
Survei Libatkan Beragam Responden
Survei kepuasan masyarakat tersebut melibatkan 17 responden yang terdiri dari 10 laki-laki dan 7 perempuan dengan latar belakang pendidikan beragam, mulai dari pendidikan dasar hingga program doktoral.
Penilaian dilakukan terhadap sembilan unsur layanan utama, yakni persyaratan, prosedur, jangka waktu penyelesaian, tarif, produk layanan, kompetensi petugas, perilaku petugas, sarana dan prasarana, serta penanganan pengaduan. Survei berlangsung selama periode 1 hingga 28 Februari 2026.
Hasilnya, mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap seluruh aspek layanan, yang berkontribusi terhadap tingginya nilai IKM.
Perizinan Diklaim Makin Efisien
Marwan menyebut, peningkatan kualitas layanan tidak lepas dari pemanfaatan sistem berbasis digital dalam proses perizinan. Dengan sistem tersebut, pengajuan izin dapat diproses lebih efisien selama persyaratan telah dipenuhi sesuai ketentuan.
“Proses perizinan kini semakin mudah dan efisien melalui aplikasi yang tersedia. Ini bagian dari upaya kami mempermudah masyarakat dan investor,” katanya.
Ia optimistis, pelayanan yang semakin baik akan berdampak langsung pada meningkatnya minat investasi di Aceh. Berbagai sektor usaha potensial di kabupaten/kota dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan.[]





