Habanusantara.net – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad MPd, mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk kembali menghidupkan dan memperkuat kemitraan regional BASAJAN (Banda Aceh–Sabang–Aceh Besar) sebagai strategi terintegrasi dalam pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.
Menurut Musriadi, BASAJAN memiliki nilai historis dan strategis yang penting karena menggabungkan potensi tiga daerah sekaligus menciptakan sinergi pembangunan yang lebih optimal dibandingkan jika masing-masing daerah berjalan sendiri. “Pemko Banda Aceh perlu menghidupkan kembali dan memperkuat kemitraan BASAJAN yang pernah menjadi role model kerja sama antar daerah. Kolaborasi ini sangat relevan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing pariwisata Banda Aceh dan sekitarnya,” ujar Musriadi di Banda Aceh, Rabu (11/2/2026).
Musriadi mengingatkan bahwa BASAJAN lahir dari kesamaan visi tiga kepala daerah saat itu: Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin, Wali Kota Sabang Munawarliza Zainal, dan Bupati Aceh Besar Bukhari Daud. Deklarasi kerja sama ini dilakukan di Banda Aceh pada Juni 2008, bertepatan dengan peringatan HUT ke-803 Kota Banda Aceh.
“BASAJAN didasarkan pada keinginan untuk memajukan daerah secara kolektif. Dengan memadukan potensi Banda Aceh sebagai pusat pemerintahan dan budaya, Sabang sebagai destinasi wisata bahari, serta Aceh Besar dengan kekuatan alam dan SDM-nya, terbentuk satu kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang kuat,” jelasnya.
Musriadi menekankan bahwa penguatan BASAJAN harus disesuaikan dengan tantangan zaman. Sinergi antar daerah diperlukan untuk menarik investor, meningkatkan promosi wisata, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. “Pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan parsial. Harus ada integrasi program, promosi bersama, dan konektivitas infrastruktur antar wilayah BASAJAN agar wisatawan yang datang ke Aceh dapat menikmati satu paket destinasi lengkap,” katanya.
Selain itu, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus utama agar manfaat ekonomi dari pariwisata dapat langsung dirasakan masyarakat. Musriadi menilai, kerja sama ini akan memberikan efek ganda: mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Banda Aceh sebagai pusat wisata islami dan gerbang utama pariwisata Aceh.
Ia menegaskan, DPRK Banda Aceh siap mendukung langkah pemerintah sepanjang program BASAJAN jelas manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. “DPRK akan mengawal kebijakan ini agar integrasi ini tidak hanya simbolik, tetapi menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi kawasan secara nyata,” ujar Musriadi.
Dengan penguatan BASAJAN, Musriadi berharap Banda Aceh, Sabang, dan Aceh Besar dapat menjadi model kolaborasi regional yang efektif, mengedepankan pariwisata berkualitas, konektivitas antar wilayah, serta pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. “Ini momentum bagi kita untuk menjadikan Aceh sebagai destinasi wisata kelas dunia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh kawasan,” pungkasnya.[***]





