Habanusantara.net– Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Iskandar Mahmud, mengingatkan orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka menjelang bulan suci Ramadhan. Hal ini menyusul maraknya kasus pencurian water meter dan keterlibatan anak di bawah umur dalam berbagai tindak kriminal beberapa waktu terakhir.
Politisi Partai Golkar ini mengapresiasi langkah cepat Polresta Banda Aceh dalam melakukan penindakan, namun menekankan bahwa peran orang tua dan masyarakat sangat krusial dalam pencegahan.
“Balap liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi membahayakan nyawa pelaku dan pengguna jalan lainnya. Begitu pula pencurian water meter yang merugikan masyarakat luas,” tegas Iskandar, Jumat(13/2/2026).
Iskandar menekankan, pengawasan harus dimulai dari keluarga, didukung tokoh masyarakat dan lingkungan sekitar. Pencegahan dini dianggap langkah utama untuk menekan angka kenakalan remaja. Ia juga mengingatkan agar momentum Ramadhan dimanfaatkan untuk memperkuat nilai agama dan akhlak generasi muda.
“Ramadhan adalah waktu untuk membina akhlak, memperkuat ibadah, dan menjaga ketertiban bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Polresta Banda Aceh telah meningkatkan patroli di titik-titik rawan balap liar dan pencurian, serta mengamankan sejumlah tersangka dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini diharapkan memberikan efek jera sekaligus menciptakan suasana aman menjelang Ramadhan.
Iskandar menekankan, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi kewajiban seluruh elemen masyarakat. Masyarakat diimbau segera melaporkan aktivitas mencurigakan agar kolaborasi polisi dan warga dapat menjaga ketertiban kota.
“Dengan sinergi semua pihak, kita harap Banda Aceh dapat menyambut Ramadhan dengan damai, tertib, dan penuh keberkahan,” pungkas Iskandar[***].





