Habanusantara.net— Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, mendesak Satpol PP Kota Banda Aceh untuk segera merazia petasan yang marak dibakar saat pelaksanaan salat tarawih di sejumlah gampong di Banda Aceh.
Menurut Ismawardi, suara ledakan petasan yang dinyalakan anak-anak pada malam hari sangat mengganggu kenyamanan warga yang sedang menjalankan ibadah salat tarawih maupun tadarus Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan.
“Ini bukan lagi sekadar kenakalan anak-anak. Saat tarawih berlangsung, suara petasan terus meledak di sekitar masjid dan meunasah. Jelas sangat mengganggu kekhusyukan ibadah,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).
Tak hanya meminta penertiban di lapangan, Ismawardi juga mendesak agar razia menyasar para penjual petasan yang menjamur selama Ramadhan.
Menurutnya, penindakan harus dilakukan dari hulu.
Baca juga : DPRK Banda Aceh Minta Satpol PP/WH Perketat Patroli Selama Ramadan 1447 H
“Kalau petasan tidak dijual, tentu anak-anak pun tidak akan membeli. Jadi jangan hanya anak-anaknya yang ditertibkan, penjualnya juga harus dirazia,” tegasnya.
Ia menilai peredaran petasan bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan. Petasan yang dinyalakan sembarangan bisa memicu kebakaran, apalagi di kawasan padat penduduk.
“Petasan ini sangat berbahaya. Selain mengganggu ibadah, juga berisiko menimbulkan kebakaran. Kita tidak ingin ada musibah di bulan Ramadhan hanya karena kelalaian,” katanya.
baca juga : Reses Ketua DPRK di Banda Raya, Warga Minta Jalan Diperbaiki dan Balai Pengajian
Ismawardi meminta Satpol PP meningkatkan patroli malam hari, khususnya di sekitar masjid, serta melakukan pengawasan terhadap lapak-lapak yang menjual petasan secara bebas.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anaknya agar tidak bermain petasan pada waktu ibadah.
“Ramadhan harus kita jaga bersama. Pemerintah bertindak tegas, orang tua mengawasi anak-anaknya, agar suasana ibadah tetap aman, tertib, dan khusyuk,” pungkasnya.[***]





