Habanusantara.net – Jembatan Bailey di Gampong Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, mulai dimanfaatkan warga sebagai jalur darurat pascabencana. Akses penghubung Bireuen–Bener Meriah itu kini menjadi tumpuan masyarakat untuk memperoleh bahan bakar minyak (BBM) di tengah keterbatasan pasokan di wilayah pegunungan tersebut.
Sejak dua hari terakhir, warga Bener Meriah mulai menyeberang ke Bireuen melalui jembatan darurat itu untuk membeli BBM. Salah seorang warga, Edi Efendi, mengatakan stok BBM di daerahnya masih sangat minim sehingga masyarakat terpaksa mencari ke kabupaten tetangga.
“Jembatan ini baru bisa dilewati dua hari terakhir. Saya ke Bireuen untuk membeli BBM karena di Bener Meriah hampir tidak ada,” ujar Edi, Jumat (19/12/2025).
Menurut Edi, kondisi jalur menuju jembatan masih rusak dan berlumpur sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Meski terbatas, jalur tersebut tetap dimanfaatkan warga untuk membawa BBM dan kebutuhan lainnya.
Edi mengaku membeli BBM jenis Pertamax di Bireuen, kemudian membawanya kembali ke Bener Meriah menggunakan sepeda motor. Ia membawa tiga jerigen BBM untuk dijual secara eceran di kampungnya.
“Saya bawa tiga jerigen. Di kampung saya jual Rp20 ribu per liter. Harganya mahal karena susah dapat dan saya juga harus antre sampai dua hari,” katanya.
Selain BBM, sejumlah kebutuhan pokok di Bener Meriah juga masih sulit diperoleh dengan harga relatif tinggi. Namun, warga menilai keberadaan Jembatan Bailey setidaknya telah membuka kembali jalur distribusi meski belum berjalan optimal.
Warga berharap perbaikan jalan serta pemulihan akses permanen penghubung Bireuen–Bener Meriah dapat segera dilakukan agar distribusi BBM dan logistik kembali lancar serta harga kebutuhan masyarakat berangsur normal.[Fira]




















