habanusantara.net – Ratusan warga tampak berburu tabung gas LPG subsidi maupun non subsidi di sejumlah pangkalan di Banda Aceh dan Aceh Besar dalam beberapa hari terakhir. Kelangkaan pasokan membuat masyarakat rela mengantre sejak lama, bahkan meski gas belum tersedia di pangkalan.
Di Desa Lambung, Banda Aceh, antrean tabung elpiji terlihat meski pasokan belum masuk. Warga meninggalkan tabung mereka di lokasi antrean dan kembali ke rumah untuk menunggu. “Jadi hanya tabung yang diantrekan, pemiliknya pulang. Tapi aman kok, ada yang jaga di lokasi,” ujar seorang warga setempat, Nani.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Jruek Balee, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. Warga di daerah ini terpaksa mengantre panjang setelah pasokan elpiji subsidi kembali masuk usai tiga pekan terhenti akibat bencana banjir dan longsor. Keterbatasan stok membuat warga menunggu hingga tengah malam saat mobil pengangkut LPG tiba.
Salah seorang warga Jruek Balee, Yusnidar, mengatakan mobil distribusi gas masuk ke desa sekitar pukul 00.00 WIB. Meski listrik di desa tersebut masih padam, warga tetap bergegas mengantre demi mendapatkan elpiji.
“Mobil gas datang jam 12 malam. Walaupun lampu tidak hidup, kami tetap antre karena sudah lama tidak kebagian gas,” katanya.
Menurutnya, sejak sepekan terakhir warga terus mencari elpiji setelah distribusi kembali dibuka. Namun, selama hampir tiga pekan sebelumnya, desa mereka sama sekali tidak mendapat pasokan gas subsidi akibat dampak bencana.
Selama masa kelangkaan, warga terpaksa memasak menggunakan kayu bakar dan kompor minyak. Pemadaman listrik yang berkepanjangan turut memperberat kondisi, terutama saat warga harus beraktivitas pada malam hari.
“Selama ini kita masak pakai kayu bakar. Alhamdulillah meski baru dapat satu yang penting ada dulu,” katanya.[Fira]




















