Habanusantara.net – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi infrastruktur perkotaan, khususnya di sektor drainase. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab resmi membuka tender untuk tiga paket pekerjaan rehabilitasi saluran drainase yang tersebar di sejumlah titik strategis di Kota Meulaboh. Total nilai anggaran untuk ketiga proyek ini mencapai sekitar Rp 1,5 miliar.
Data yang diperoleh Bithe.co dari laman resmi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Aceh Barat pada Senin (11/8/2025) menunjukkan bahwa ketiga tender tersebut meliputi pekerjaan drainase di kawasan depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Pasar Bina Usaha, dan Jalan Bakti Pemuda—terutama di area crossing antara Jalan Manek Roo dan Jalan Swadaya.
Ketiga proyek ini masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dan menjadi bagian dari strategi pembangunan infrastruktur perkotaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta ketahanan lingkungan dari risiko banjir dan genangan air.
Paket 1: Drainase di Depan Kantor DPRK Aceh Barat
Pekerjaan rehabilitasi drainase pertama berlokasi di kawasan depan kantor DPRK Aceh Barat, salah satu area yang cukup vital mengingat aktivitas pemerintahan yang berlangsung setiap hari. Tender ini terdaftar dengan kode 10068484000 dan memiliki pagu anggaran sebesar Rp 600 juta. Sementara Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk proyek ini ditetapkan sebesar Rp 599.948.000.
Proses tender telah dimulai sejak 5 Agustus 2025 dan dijadwalkan akan berakhir pada 15 Agustus 2025. Dinas PUPR berharap melalui proyek ini, permasalahan klasik berupa genangan air di sekitar gedung DPRK, khususnya saat musim hujan, dapat segera teratasi. Selain memperlancar aktivitas masyarakat dan aparatur pemerintahan, drainase yang baik juga memperkuat kesan tertib dan representatif kawasan pusat pemerintahan.
Paket 2: Rehabilitasi Drainase Pasar Bina Usaha
Proyek berikutnya menyasar kawasan Pasar Bina Usaha, yang merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat Meulaboh. Dengan kode tender 10068467000, paket pekerjaan ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp 558 juta, dan HPS sebesar Rp 557.947.000.
Sama seperti proyek lainnya, proses tender telah dibuka sejak 5 Agustus dan akan ditutup pada 15 Agustus 2025. Lokasi pasar yang padat pengunjung dan pedagang membuat sistem drainase yang optimal menjadi sangat penting. Genangan air atau banjir di area pasar tidak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tapi juga bisa berdampak langsung terhadap kebersihan, keamanan pangan, hingga kelancaran ekonomi lokal.
Melalui proyek ini, Pemkab Aceh Barat menargetkan perbaikan menyeluruh terhadap saluran air yang ada, agar mampu menampung debit air hujan secara maksimal dan mengalirkannya tanpa hambatan.
Paket 3: Drainase Jalan Bakti Pemuda (Crossing Jl. Manek Roo–Jl. Swadaya)
Paket ketiga berfokus pada rehabilitasi drainase di Jalan Bakti Pemuda, terutama pada area crossing antara Jalan Manek Roo dan Jalan Swadaya. Proyek ini dicatat dengan kode tender 10067966000, dan telah memulai proses lelang sejak 4 Agustus 2025, dengan penutupan pada tanggal 15 Agustus.
Untuk proyek ini, Pemkab Aceh Barat mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp 475 juta, dan HPS sebesar Rp 474.989.000. Lokasi ini merupakan titik temu antara beberapa ruas jalan penting yang sering dilalui masyarakat. Saat musim penghujan, daerah ini kerap mengalami gangguan aliran air akibat sistem drainase yang tidak mampu mengimbangi volume air, menyebabkan genangan yang berdampak pada mobilitas warga.
Diharapkan, dengan diperbaikinya sistem drainase di kawasan ini, lalu lintas akan menjadi lebih lancar, dan kenyamanan warga dalam beraktivitas pun meningkat.
Ketiga tender ini mencerminkan keseriusan Pemkab Aceh Barat dalam mengelola dan meningkatkan kualitas infrastruktur kota. Rehabilitasi sistem drainase bukan hanya soal perbaikan teknis semata, tetapi juga merupakan bagian dari perencanaan tata kota yang berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan lingkungan.
Dinas PUPR menegaskan bahwa seluruh proses tender dilakukan secara terbuka, sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Perusahaan konstruksi yang ingin berpartisipasi diharapkan memiliki kapasitas teknis dan administrasi yang memadai, serta pengalaman dalam menangani proyek drainase berskala serupa.
Pemerintah daerah juga memastikan bahwa pelaksanaan proyek ini nantinya akan diawasi ketat, agar hasil pekerjaan sesuai standar mutu, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan alokasi anggaran dari APBD 2025, proyek ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan Meulaboh sebagai kota yang nyaman, bersih, dan aman dari risiko banjir.




















