Habanusantara.net – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat mulai melakukan upaya serius dalam perbaikan dan pemeliharaan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan, terutama di wilayah pusat Kota Meulaboh dan beberapa kecamatan lainnya.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat yang selama ini merasa terganggu dengan kondisi jalan berlubang dan rusak, yang tidak hanya menghambat kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, menjelaskan bahwa kegiatan perbaikan jalan tersebut telah dimulai sejak pertengahan April 2025. Fokus utama pekerjaan awal dilakukan di beberapa wilayah kecamatan yang selama ini menjadi titik perhatian, di antaranya Kecamatan Sungai Mas, Kaway XVI, Samatiga, Woyla, hingga Arongan Lambalek.
“Untuk wilayah dalam kota, kita mulai dari ruas Jalan Sisingamangaraja hingga Jalan Bakti Pemuda yang terletak di Kecamatan Johan Pahlawan. Kami melakukan pembongkaran selama dua hari terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pengecoran menggunakan beton K-250,” ujar Beni saat ditemui di lokasi pekerjaan, Kamis (1/5/2025).
Berdasarkan survei teknis yang dilakukan sebelumnya oleh tim PUPR, ditemukan sebanyak 41 titik kerusakan pada ruas Jalan Sisingamangaraja hingga Bakti Pemuda. Kerusakan tersebut didominasi oleh lubang menganga di tengah badan jalan, permukaan aspal yang retak-retak, serta penurunan permukaan jalan akibat genangan air yang sering terjadi saat hujan deras.
“Total ada 41 titik yang masuk kategori perbaikan segera. Semua akan ditangani dengan metode pengecoran beton K-250 agar lebih tahan lama dan kokoh,” jelas Beni.
Setelah pekerjaan di pusat kota selesai, tim PUPR akan melanjutkan proses perbaikan ke wilayah-wilayah kecamatan lainnya, termasuk Samatiga dan Arongan Lambalek. Di wilayah ini, kerusakan jalan juga cukup memprihatinkan dan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Beni menambahkan, metode perbaikan yang digunakan diawali dengan pembongkaran bagian jalan yang rusak, kemudian dilakukan proses pengecoran beton sesuai standar mutu K-250. Proses ini dinilai lebih tahan terhadap beban berat dan kondisi cuaca ekstrem dibandingkan hanya menambal dengan aspal biasa.
“Beton K-250 memiliki daya tahan tinggi, cocok untuk jalan-jalan yang dilalui kendaraan berat setiap hari seperti di kawasan pusat kota dan jalur antar kecamatan,” ungkapnya.
Selama proses perbaikan berlangsung, arus lalu lintas di beberapa titik akan mengalami gangguan. Oleh karena itu, pihak Dinas PUPR mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintas di area proyek. Pihaknya juga telah memasang rambu-rambu peringatan dan penunjuk arah untuk meminimalisir kemacetan dan risiko kecelakaan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Kami pastikan pekerjaan ini dilakukan seefisien mungkin, dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan di lapangan,” tutur Beni.
Dinas PUPR menargetkan seluruh proses perbaikan dan pemeliharaan jalan ini dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal yang telah disusun. Beni menyampaikan bahwa pihaknya akan mengerahkan seluruh sumber daya, baik tenaga kerja maupun peralatan, agar proyek ini bisa rampung sesuai rencana.
Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar arus distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Masyarakat pun menyambut baik upaya ini. Sejumlah warga yang ditemui di kawasan Jalan Sisingamangaraja mengungkapkan rasa lega dan harapan besar agar perbaikan jalan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Sudah lama kami berharap jalan ini diperbaiki. Setiap hari macet dan rawan kecelakaan karena banyak lubang besar. Mudah-mudahan dengan pengecoran ini bisa lebih awet,” kata Rahmad, seorang warga Meulaboh yang tinggal tidak jauh dari lokasi proyek.
Dengan dimulainya proyek perbaikan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap tidak hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga menunjang sektor-sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan pariwisata melalui infrastruktur jalan yang lebih layak dan aman.




















