Habanusantara.net – Setelah sekian lama dikeluhkan warga, akhirnya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turun tangan melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan di Komplek Perumahan ADB 1, Desa Ranto Panyang Timur, Kecamatan Meureubo. Ruas jalan sepanjang 500 meter yang selama ini mengalami kerusakan kini mulai diperbaiki untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan aktivitas warga.
Perbaikan jalan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Darel Tasa, salah seorang warga Komplek ADB 1, menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan respon cepat dari Pemkab Aceh Barat terhadap kondisi jalan di lingkungan mereka yang selama ini menjadi keluhan utama.
“Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun kami sampaikan keluhan terkait kerusakan jalan di komplek ini, akhirnya hari ini kami lihat sendiri tim dari Dinas PUPR sudah mulai melakukan pekerjaan perbaikan. Ini sangat kami apresiasi,” ungkap Darel saat ditemui di lokasi, Rabu (19/3/2025).
Menurutnya, kerusakan jalan yang dimaksud bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada musim hujan. Jalan yang berlubang sering kali tergenang air, sehingga menyulitkan pengendara, terutama sepeda motor.
“Kalau hujan turun, jalan ini berubah seperti kolam. Air menggenang di lubang-lubang besar, kadang tidak terlihat, dan itu sangat berbahaya. Banyak warga, terutama anak-anak dan mahasiswa yang lewat setiap hari, jadi sangat rawan,” tutur Darel.
Darel juga menjelaskan bahwa Komplek ADB 1 dihuni oleh sekitar 200 unit rumah, dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 1.000 jiwa. Tak hanya warga tetap, banyak pula mahasiswa dari Universitas Teuku Umar (UTU) dan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh yang menyewa tempat tinggal di kawasan tersebut.
“Wilayah ini cukup padat dan ramai. Selain warga, banyak mahasiswa yang kos atau kontrak rumah di sini karena lokasinya yang strategis dekat kampus. Jadi kondisi jalan yang layak sangat penting untuk menunjang aktivitas mereka,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, melalui Kepala Bidang Jalan, Benny Hardi, menjelaskan bahwa pengerjaan jalan di Komplek ADB 1 merupakan bagian dari program pemeliharaan infrastruktur rutin yang dilakukan berdasarkan laporan dan hasil monitoring tim teknis PUPR.
“Hari ini kita lakukan pemeliharaan ruas jalan di Komplek ADB 1, Ranto Panyang Timur. Ini adalah bentuk respon cepat kami atas kondisi jalan yang sudah rusak dan dikeluhkan warga. Kami paham pentingnya akses ini bagi aktivitas masyarakat,” kata Benny saat dihubungi oleh wartawan.
Benny menyebutkan bahwa pekerjaan yang dilakukan meliputi sejumlah tahapan teknis untuk memastikan perbaikan berjalan optimal. Mulai dari perataan badan jalan, penimbunan menggunakan material kerikil berkualitas, hingga penyisipan di bagian badan jalan yang berlubang.
“Kita lakukan perataan untuk memastikan permukaan jalan stabil, lalu kita timbun menggunakan material kerikil yang padat dan kuat agar mampu menahan beban kendaraan. Selain itu, bagian yang rusak dan berlubang akan kita sisip agar lebih rata dan aman untuk dilintasi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemeliharaan jalan ini bersifat sementara dan darurat, namun menjadi tahapan penting dalam proses rehabilitasi menyeluruh yang direncanakan ke depan. Jika memungkinkan dalam program lanjutan, perkerasan atau pengaspalan akan menjadi solusi jangka panjang.
“Untuk tahap ini kita lakukan perbaikan darurat agar akses tidak terputus dan warga bisa tetap beraktivitas. Ke depannya akan kita usulkan untuk peningkatan kualitas jalan agar lebih permanen dan tahan lama,” tambah Benny.
Warga Komplek ADB 1 pun berharap agar pekerjaan yang dilakukan ini bisa menjadi awal dari perbaikan menyeluruh terhadap infrastruktur lingkungan mereka. Mereka juga berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, seperti akses jalan yang baik, drainase, dan penerangan.
“Ini sudah langkah yang sangat baik. Harapan kami, setelah perbaikan ini selesai, bisa dilanjutkan dengan peningkatan kualitas jalan, karena penggunaannya cukup tinggi dan hampir setiap jam dilalui warga dan mahasiswa,” tutup Darel.
Dengan dimulainya perbaikan jalan di Komplek ADB 1, pemerintah Aceh Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendengarkan aspirasi masyarakat dan mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah padat penduduk. Dinas PUPR memastikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan layak huni bagi seluruh lapisan masyarakat.





