Habanusantara.net – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa, Banda Aceh, Rabu (7/5/2025). Sidak ini bertujuan untuk melihat langsung pelayanan kesehatan dan kondisi fasilitas rumah sakit milik Pemko Banda Aceh tersebut.
Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi IV Farid Nyak Umar itu turut diikuti oleh anggota Komisi IV lainnya, yakni Tengku Januar Hasan, Mehran Gara, dan Muhammad Iqbal. Kehadiran para wakil rakyat ini disambut langsung Plt Direktur RSUD Meuraxa M. Nurdin bersama jajaran manajemen rumah sakit.
Farid Nyak Umar mengatakan, secara umum pelayanan di RSUD Meuraxa sudah berjalan baik. Hal ini diperoleh berdasarkan dialog langsung dengan sejumlah pasien dan keluarga pasien yang mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit.
“Dari hasil diskusi kami dengan pasien, rata-rata mereka menyatakan pelayanan di RSUD Meuraxa cukup memuaskan. Tapi tentu saja, kita tetap mendorong manajemen rumah sakit untuk terus berbenah demi meningkatkan kualitas layanan,” ujar Farid Nyak Umar.
Selain pelayanan, Komisi IV DPRK Banda Aceh juga menyoroti beberapa fasilitas yang dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus. Farid menegaskan pentingnya pemeliharaan fasilitas seperti AC, lift, alat medis, hingga penataan taman agar rumah sakit terlihat lebih asri dan nyaman.
“Fasilitas harus terus dirawat dan dijaga agar tetap maksimal. Apalagi RSUD Meuraxa menjadi pusat pelayanan kesehatan utama yang juga masuk dalam program 100 hari kerja wali kota dan wakil wali kota,” jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Farid juga mendorong pihak RSUD Meuraxa untuk melakukan inovasi layanan berbasis teknologi informasi guna mengatasi masalah antrian panjang di sejumlah poli, seperti Poli Saraf dan Poli Penyakit Dalam. Menurutnya, antrian panjang bisa diminimalisir dengan sistem pendaftaran online atau aplikasi berbasis digital.
“Sebagai rumah sakit tipe B, RSUD Meuraxa tidak hanya melayani warga Banda Aceh, tapi juga pasien rujukan dari berbagai daerah. Maka perlu ada terobosan untuk memudahkan pelayanan,” tegas Farid.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRK lainnya, Mehran Gara, mengapresiasi pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan di RSUD Meuraxa. Ia berharap semangat pelayanan terus ditingkatkan, terutama dalam merespons cepat kebutuhan pasien yang memanfaatkan layanan gratis.
Senada dengan itu, Muhammad Iqbal menyoroti persoalan status lahan rumah sakit yang masih berada di atas tanah milik Universitas Syiah Kuala (USK). Ia mendorong agar Dinas Kesehatan aktif berkomunikasi dengan pihak kampus demi kelancaran aktivitas RSUD Meuraxa hingga nantinya tersedia lahan permanen milik pemerintah kota.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Meuraxa, M. Nurdin, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Komisi IV DPRK Banda Aceh. Ia menyebut masukan dari para anggota dewan akan menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki layanan kesehatan.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan terus berbenah sesuai arahan pimpinan daerah maupun masukan dari Komisi IV DPRK. Semua ini demi masyarakat,” ujar M. Nurdin.
Dengan adanya sidak ini, diharapkan pelayanan dan fasilitas RSUD Meuraxa semakin baik dan mampu menjadi rujukan utama pelayanan kesehatan masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya.[***]





