HeadlineNews

Progres 93 Persen, Jalan Tol Trans Sumatera Aceh – Sumut Segera Tersambung

×

Progres 93 Persen, Jalan Tol Trans Sumatera Aceh – Sumut Segera Tersambung

Sebarkan artikel ini
Proyek Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi I
Proyek Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi I

Hutama Karya mengungkapkan Progres Jalan Tol Trans Sumatera telah mencapai 93 Persen, Propinsi Aceh dan Sumut akan Segera Tersambung melalui jalan tol diakhir tahun 2024

Habanusantara.net, Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kembali menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Fokus utama saat ini adalah menghubungkan dua provinsi di bagian utara Pulau Sumatra melalui proyek jalan tol ini.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, mengatakan progres signifikan yang telah dicapai dalam pembangunan fisik dua ruas jalan tol tersebut.

Dua ruas yang dimaksud adalah Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi I (Padang Tiji – Seulimeum) dan Jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan Seksi 3 (Tanjung Pura – Pangkalan Brandan).

Adjib Al Hakim menjelaskan bahwa pembangunan kedua ruas jalan tol tersebut sudah mencapai progres yang sangat memuaskan, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2024.

“Secara akumulasi, progres konstruksi jalan tol yang akan menghubungkan provinsi Aceh dan Sumatra Utara sudah mencapai lebih dari 93 persen. Karena untuk kedua jalan tol ini sebenarnya sudah beroperasi hampir seluruhnya dengan menyisakan pengerjaan 1 seksi dari masing-masing ruas jalan tol,” ujarnya.

Detail progres konstruksi menunjukkan bahwa ruas Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi I (Padang Tiji – Seulimeum) dengan panjang mainroad 25 km telah mencapai 84,77% pada tanggal 30 April 2024, dengan progres pengadaan lahan mencapai 87,95%.

Sementara itu, ruas Jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan Seksi 3 (Tanjung Pura – Pangkalan Brandan) dengan panjang mainroad 18,9 km telah mencapai 91,80% pada periode yang sama, dengan progres pengadaan lahan mencapai 100%.

Hutama Karya memastikan penggunaan teknologi digitalisasi konstruksi seperti implementasi Building Information Modelling (BIM) dalam proses desain dan konstruksi guna mempercepat proyek ini.

Selain itu, Hutama Karya juga memperhatikan fasilitas pendukung seperti Gerbang Tol, Simpang Susun, jumlah lajur, lebar lajur, serta kecepatan rencana jalan tol, yang semuanya diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan tol.

Kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat membuka konektivitas yang lebih lancar antara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatra Utara (Sumut), serta memperpendek waktu tempuh perjalanan yang pada akhirnya akan menurunkan biaya transportasi dan merangsang pertumbuhan ekonomi setempat.

Peran pemerintah dalam mendukung pembangunan infrastruktur di dua provinsi tersebut sangatlah penting.

Dukungan yang diberikan melalui perubahan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan tol di wilayah tersebut.

Adjib Al Hakim juga menambahkan bahwa dalam perpres baru tersebut, sejumlah ruas jalan tol yang akan memperkuat jaringan jalan tol di bagian utara Sumatra masuk dalam pembangunan tahap III, dimana sebelumnya berada pada tahap IV.

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera bukan hanya merupakan proyek infrastruktur lokal, namun juga merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam rangka pengembangan sistem jaringan infrastruktur jalan tol di Indonesia, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Dengan progres yang begitu signifikan dan dukungan yang kuat dari pemerintah, Hutama Karya optimis bahwa pada akhir tahun 2024, Jalan Tol Trans Sumatera Aceh – Sumut akan tersambung, membawa manfaat besar bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.[Is]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Headline

Habanusantara.net- Universitas Syiah Kuala (USK) membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak parah bencana hidrometeorologi di Aceh. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa dan keluarga…

close