Habanusantara.net-Kabar baik, tenaga kontrak dilingkungan pemerintah kabupaten (pemkab) Aceh Besar tahun 2023 tidak dirumahkan.
Kabar tersebut disampaikan langsung PJ Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto kepada habanusantara.net saat ditanyai terkait nasib tenaga kontrak (tekon) di tahun 2023, Selasa (3/1/2023).
“Banyak pertimbangan yang kita kaji, terutama pertimbangan dari sisi kemanusiaan serta kebutuhan birokrasi. Namun tentu saja itu disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” katanya.
Kepastian pemakaian tenaga kontrak dan honor dalam birokrasi, terhitung pertama untuk seluruh Aceh, karena sejauh ini belum terpantau adanya daerah yang menyatakan memakai kembali tenaga konrak dan honorer.
Menurut Iswanto, tenaga kontrak di Pemkab Aceh Besar itu hampir mencapai 3000 orang, dan mereka sebagian telah membangun keluarga. Bisa dibayangkan, seandainya mereka tiba-tiba diputuskan kontraknya dengan serta merta.
“Bagaimana mereka menghidupi keluarga, dengan kondisi tanpa kerja walau dengan gaji yang terbatas,” tutur Iswanto dalam nada tanya.
![Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto [Foto/For Habanusantara]](https://habanusantara.net/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20230103-WA0002.jpg)
Dengan pelanjutan hampir 3000 tenaga kontrak ini, juga untuk menekan beban inflasi di Aceh Besar. Karena dengan pemberian salari–walau terbatas–itu menstabilkan daya beli masyarakat, hingga beban inflasi akan terkoreksi, dan masyarakat tidak begitu terbebani.
Muhammad Iswanto mewarning, jika nantinya tenaga kontrak itu harus mengikuti seleksi ulang, dengan kata lain tak semuanya dilanjutkan.
“Kita benar benar menganut kebutuhan yang sesuai kompetensi dan kebutuhan ril yang ada. Jadi tidak terkesan asal tampung dan jor joran. Semuanya dilakukan secara terukur menurut kebutuhan dan kemampuan anggaran,” kata Iswanto.
Pada bagian lain disebutkan, Pemkab Aceh Besar pada penghujung tahun anggaran 2022 juga dipaksa berjuang keras, untuk memenuhi salari atau jerih tenaga kontrak dan honorer, karena Pemerintahan yang lalu hanya memplot gaji itu hingga Bulan Agustus 2022.
Akibatnya, Muhammad Iswanto terpaksa melakukan pembahasan ulang pemakaian anggaran, termasuk dengan melakukan rasionalisasi besar besaran APBK 2022.
“Alhamdulillah, upah jerih tekon dan honorer itu mampu kita penuhi, semua itu berkat kesadaran kolektif lintas sektoral di Aceh Besar, termasuk jajaran legislatif, hingga semuanya berakhir dengan ending yang baik. Para tekon dan honorer itu kembali tersenyum menatap waktu hingga pergantian tahun,” tutur mantan Kabag Humas dan protokol Aceh Besar ini.
Bercermin dari kondisi riil tekon dan honorer tersebut, Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, akhirnya memastikan jika tekon dan honorer akan tetap ada di Pemkab Aceh Besar.
‘Hanya saja tetap ada proses seleksi ulang yang hanya diikuti oleh tekon dan honorer sebelumnya, sesuai dengan kompetensi serta kebutuhan dan ketersiadaan anggaran,”pungkasnya.(Akb)




















