Habanusantara.net-Seluruh lini usaha perlu pensucian secara syar’i guna memastikan kehalalan sebuah produk yang akan dikonsumsi atau digunakan oleh konsumen.
Pj Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq menekankan pentingya pensucian secara syar’i dan ini tidak hanya di bidang kuliner saja, tapi di seluruh lini usaha.
“Seperti usaha laundry dan usaha warung kopi, ayam potong dan usaha lain,” kata Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri saat membuka acara Pelatihan Tata Pensucian Secara Syar’i yang digelar MPU Aceh bekerjasama dengan pihak LPPOM, Kamis (17/11/2022).
Menurutnya, sering terabaikannya kesucian ataupun thaharah dalam proses produksi yang dilakukan pelaku usaha menjadi salah satu alasan kenapa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan penting.
“Kami memiliki keyakinan bahwa melalui kegiatan ini dapat memberikan ilmu dan pemahaman tentang bagaimana cara membersihkan segala sesuatu baik itu makanan maupun non makanan sehingga terjamin kesuciannya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPU, Dr tgk H Muhibbuththabary mengatakan, kegiatan ini merupakan program rutin MPU Aceh tiap tahunnya.
“Kita harus mendorong kota Banda Aceh steril dan terhindar dari praktik pensucian non syar’i,” katanya.
Sementara, Kepala Sekretariat MPU Aceh, Abu Murni mengatakan, kegiatan itu diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari pengusaha warkop, laundry, rumah potong hewan yang ada di Banda Aceh[Bar]














