Bachtiar Apresiasi PKAB, Sebut Pelestarian Budaya Aceh dan Syariat Islam Harus Dipertahankan

Redaksi4
A-AA+A++

Habanusantara.net – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Tgk Bachtiar, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat atas penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-438 Kota Meulaboh.
Menurut Bachtiar, pelaksanaan PKAB tahun ini patut mendapat apresiasi karena mengutamakan pelestarian budaya lokal, tradisi masyarakat Aceh, serta nilai-nilai syariat Islam yang menjadi identitas masyarakat Aceh Barat.

“Kami mengapresiasi Bapak Bupati Aceh Barat atas pelaksanaan PKAB, khususnya dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan keagamaan yang menjadi identitas masyarakat Aceh Barat,” kata Tgk Bachtiar, Senin (12/10/2026).

Ia menilai, konsep kegiatan yang berfokus pada kebudayaan daerah tanpa melibatkan budaya luar merupakan langkah positif dalam menjaga warisan budaya masyarakat agar tetap lestari.

Menurutnya, penyelenggaraan PKAB juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan perayaan yang tetap berpegang pada kearifan lokal dan nilai-nilai keislaman.

“Kami melihat pelaksanaan PKAB kali ini tetap mengedepankan budaya Aceh dan nilai-nilai syariat Islam, tanpa menghadirkan kegiatan seperti konser musik modern,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPRK Aceh Barat itu berharap konsep penyelenggaraan PKAB yang mengutamakan budaya lokal dan nilai-nilai keagamaan dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.

Selain memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PKAB, Bachtiar juga menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan Kopi Khop, minuman tradisional khas Aceh Barat, yang meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh Barat. Penghargaan itu juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan kuliner khas Bumi Teuku Umar kepada masyarakat yang lebih luas.

“Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Aceh Barat. Kami berharap pencapaian ini juga dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” katanya.

Bachtiar berharap, pelestarian budaya daerah dan pengenalan kuliner khas Aceh Barat dapat terus mendapat perhatian sehingga tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.