Dari sisi keuangan, jelasnya, BEI memproyeksikan pendapatan sebesar Rp2,59 triliun, meningkat 14,16% dibandingkan RKAT 2026-Revisi. Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh sejumlah pendorong utama meliputi proyeksi aktivitas transaksi efek dengan asumsi rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp21 triliun, kemudian kontribusi dari jasa pencatatan efek, serta pertumbuhan jasa layanan data kebursaan yang terus bertumbuh setiap tahunnya.
“BEI memproyeksikan laba bersih meningkat 22,76% menjadi sebesar Rp563,90 miliar dibandingkan
RKAT 2026-Revisi, dan total aset perseroan mencapai Rp9,12 triliun dengan total ekuitas sebesar
Rp7,66 triliun. Selain itu, BEI menganggarkan total belanja investasi sebesar Rp670,62 miliar,
meningkat 161,82% dibandingkan RKAT 2026-Revisi, untuk mendukung pengelolaan infrastruktur
dan pertumbuhan bisnis ke depan,” demikian pungkanya. (Saniah)





