Habanusantara.net — Syarifah Munirah, S.Ag. resmi menerima SK sebagai Ketua DPC PPP Kota Banda Aceh setelah menunggu selama lima bulan sejak pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab).
Bagi Syarifah, penantian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju kepemimpinan PPP Banda Aceh.
Ia mengaku siap menjalankan amanah tersebut dan membawa partai lebih kuat menghadapi tantangan politik ke depan.
Banda Aceh menjadi DPC pertama dari 23 kabupaten/kota di Aceh yang melaksanakan Muscab. Namun, SK penetapan ketua baru diterima lima bulan setelah Muscab.
Ia menegaskan akan bekerja keras untuk membesarkan PPP di Kota Banda Aceh.
“Bismillah. Ini saatnya saya bekerja,” ujar Syarifah.
Sebagai ketua DPC, ia membawa target meningkatkan perolehan kursi PPP di DPRK Banda Aceh menjadi lima kursi.
Target tersebut bukan perkara ringan. Selama beberapa periode, PPP Banda Aceh belum mampu melewati perolehan dua kursi di DPRK Banda Aceh.
Syarifah menilai PPP memiliki sejarah dan akar perjuangan yang panjang. Karena itu, ia ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui penguatan organisasi dan kerja politik yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh kader dan elemen partai untuk mengesampingkan perbedaan serta membangun kebersamaan.
Menurut Syarifah, kepemimpinan di PPP Banda Aceh bukan semata-mata soal jabatan, tetapi amanah untuk membesarkan partai dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Dengan pengalaman sebagai anggota DPRK Banda Aceh selama tiga periode, Syarifah kini menghadapi tugas baru untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan PPP menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ia menyadari target lima kursi membutuhkan kerja keras. Namun, Syarifah memilih menjadikan target tersebut sebagai motivasi untuk membangun kembali kekuatan PPP di Banda Aceh.
“Bismillahirrahmanirrahim,” menjadi tekad Syarifah untuk memulai langkahnya sebagai Ketua DPC PPP Kota Banda Aceh.





