Puji Tren Kinerja RSUD Meuraxa, Ismawardi Minta Pelayanan Terus Dibenahi

Redaksi
A-AA+A++

Habanusanara.net — Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, mengapresiasi tren peningkatan pendapatan RSUD Meuraxa Banda Aceh yang terus mengalami kenaikan dalam empat bulan terakhir.

Berdasarkan rekap pendapatan RSUD Meuraxa, pendapatan pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp10,69 miliar, meningkat menjadi Rp10,93 miliar pada Juni. Kenaikan kembali terjadi pada Juli menjadi Rp12,34 miliar, hingga mencapai Rp12,70 miliar pada Agustus.

Dengan demikian, total pendapatan RSUD Meuraxa selama periode Mei hingga Agustus 2026 mencapai Rp46,67 miliar.

Ismawardi menilai peningkatan tersebut merupakan perkembangan positif yang patut diapresiasi. Namun, capaian itu menurutnya harus terus ditingkatkan, bukan sekadar dipertahankan.

“Ini perkembangan yang positif dan tentu kita apresiasi. Tetapi jangan berhenti di sini. Kinerja yang sudah baik harus terus ditingkatkan, baik dari sisi pendapatan maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Ismawardi.

Ia menilai peningkatan kinerja tersebut juga perlu dibarengi dengan pembenahan pelayanan di RSUD Meuraxa, khususnya pelayanan rawat inap.

Menurutnya, masyarakat harus menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari peningkatan kinerja dan pendapatan rumah sakit.

“Terus berbenah, terutama pelayanan rawat inap. Pendapatan meningkat itu bagus, tetapi pelayanan kepada masyarakat juga harus semakin baik,” ujarnya.

Sebagai rumah sakit tipe B di Kota Banda Aceh, Ismawardi juga mendorong RSUD Meuraxa memperkuat jejaring rujukan dengan rumah sakit di daerah-daerah lain dan Rumah Sakit Swasta termasuk Klinik-klinik.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan jumlah pasien rujukan yang masuk ke RSUD Meuraxa sekaligus mengoptimalkan berbagai layanan yang telah tersedia.

“RSUD Meuraxa ini rumah sakit tipe B. Karena itu, perlu membangun kerja sama dengan rumah sakit tipe C di daerah lain agar rujukan bisa lebih banyak masuk ke Meuraxa,” katanya.

Ismawardi menilai peluang tersebut semakin terbuka dengan bertambahnya layanan spesialistik yang tersedia di RSUD Meuraxa.

Salah satunya adalah Pelayanan Kateterisasi Anak dan Penyakit Jantung Bawaan yang resmi diluncurkan di RSUD Meuraxa pada Senin, 31 Agustus 2026.

Dengan hadirnya layanan tersebut, Ismawardi berharap RSUD Meuraxa dapat semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan, tidak hanya bagi masyarakat Kota Banda Aceh tetapi juga pasien dari kabupaten/kota lain di Aceh.

“Sekarang sudah ada layanan-layanan yang semakin lengkap, termasuk kateterisasi anak dan pelayanan penyakit jantung bawaan. Ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Meuraxa sebagai rumah sakit rujukan,” katanya.

Ia juga berharap jajaran manajemen di bawah kepemimpinan dr. Emiralda, M.Kes terus melakukan inovasi dan pembenahan sejak dipercaya memimpin RSUD Meuraxa.

Ismawardi menegaskan, peningkatan pendapatan merupakan indikator yang positif, tetapi harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelayanan, perluasan jejaring rujukan, serta kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Meuraxa.

“Yang kita harapkan bukan hanya pendapatannya yang meningkat, tetapi rumah sakitnya semakin maju, pelayanannya semakin baik dan semakin banyak masyarakat dari daerah lain yang memilih Meuraxa sebagai tempat rujukan,” pungkasnya.