Ketika Ayat-Ayat Al-Qur’an Menuntun Iffat Menuju Juara FASI

Munawir
Iffat Assyarif Raih Juara 2 Lomba Tahfidz pada FASI Tingkat Kota Banda Aceh 2026 berfoto bersama dengan Uminya dan Ustadzah
A-AA+A++

Habanusantara.net, Ada anak-anak yang menghabiskan waktu luangnya dengan bermain. Ada pula yang memilih duduk tenang, mengulang ayat demi ayat yang telah dihafalnya.

Di antara mereka, ada Iffat Assyarif.

Putra pasangan Ismail dan Mursyidah itu kembali menunjukkan kecintaannya terhadap Al-Qur’an melalui ajang Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Kota Banda Aceh 2026.

Iffat berhasil meraih juara II cabang Tahfidz Juz 30 tingkat Taman Quran Al-Qur’an (TQA). Ia mewakili santri TPA As-Sa’adah Lamgugop.

Prestasi itu diraihnya setelah bersaing dengan 60 peserta dalam perlombaan yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam bersama BKPRMI Kota Banda Aceh.

Di hadapan dewan juri, Iffat harus melewati beberapa rangkaian soal. Bukan sekadar menghafal, tetapi juga menguji ketelitian dan ketepatan hafalannya.

Ada soal sambung cepat, sambung ayat, sambung surah, membaca ayat sebelumnya hingga menebak surah.

Tidak semuanya berjalan mudah.

Iffat mengaku sedikit kesulitan ketika mendapat soal membaca ayat sebelumnya. Namun, ia tetap berusaha menyelesaikan setiap pertanyaan yang diberikan.

Di situlah perjuangan seorang penghafal Al-Qur’an diuji. Bukan hanya tentang seberapa banyak ayat yang tersimpan dalam ingatan, tetapi juga ketenangan ketika hafalan itu diuji.

Bagi Iffat, capaian tersebut tentu tidak lahir dalam satu malam.

Ada waktu yang diluangkan untuk mengulang hafalan. Ada bimbingan para ustadz dan ustadzah. Ada pula doa orang tua yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi terus menyertai langkahnya.

Iffat pun menyampaikan terima kasih kepada Abi dan Umi yang selama ini memberikan dukungan.

Ucapan terima kasih juga ditujukannya kepada para ustadz dan ustadzah TPA As-Sa’adah yang telah membimbingnya jauh-jauh hari sebelum FASI dilaksanakan.

Perjalanan Iffat bersama Al-Qur’an sebenarnya sudah memiliki cerita panjang.

Pada 2022, ia pernah meraih juara I Lomba FASI tingkat Provinsi Aceh pada cabang Tartil tingkat TKA.

Setahun kemudian, pada 2023, ia kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara II lomba Tartil FASI tingkat Kota Banda Aceh.

Kini, namanya kembali tercatat sebagai salah satu juara FASI Kota Banda Aceh 2026.

Namun, bagi seorang anak seusianya, piala bukanlah akhir perjalanan.

Juara hanya menjadi tanda bahwa ada usaha yang telah dilalui. Sementara Al-Qur’an tetap menjadi teman yang harus terus dibaca, dihafal dan diamalkan.

Sebab, prestasi yang paling indah bukan ketika nama disebut sebagai juara.

Melainkan ketika ayat-ayat yang pernah dihafal, perlahan tumbuh menjadi cahaya yang menuntun langkah sepanjang kehidupan.[is]