Banjir Rendam 11 Desa di Aceh Tenggara, Jembatan dan Tanggul Rusak

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net — Banjir melanda sedikitnya 11 desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (13/9/2026) malam. Air dan lumpur masuk ke rumah warga setelah debit sejumlah sungai meningkat akibat hujan deras sejak sore hari.

Banjir terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Wilayah terdampak berada di Kecamatan Babussalam, Lawe Bulan, Bambel, Deleng Pokhkison, dan Lawe Sumur.

Di Kecamatan Babussalam, banjir melanda Pulonas, Kota Kutacane, Pulo Latong, Gumpang Jaya dan Kutacane Lama. Sementara di Lawe Bulan meliputi Pulonas Baru dan Lawe Rutung.

Selanjutnya, banjir juga terjadi di Pancar Iman dan Kuning I di Kecamatan Bambel, Peseluk Pesimbe di Deleng Pokhkison, serta Kuta Lesung di Kecamatan Lawe Sumur.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir membawa material kayu dan batu. Air bercampur lumpur juga menggenangi rumah-rumah warga.

Selain permukiman, dua unit Jembatan Billy yang menjadi akses penghubung antarkecamatan turut terdampak. BPBA menyebut kondisi jembatan tersebut sebelumnya telah ditinjau Kementerian Pekerjaan Umum saat melakukan kunjungan ke Aceh Tenggara.

Banjir juga menyebabkan sejumlah tanggul di Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam dan Lawe Kinga jebol.

Tingginya curah hujan sejak sore hari disebut menjadi pemicu meningkatnya debit ketiga sungai tersebut hingga menyebabkan banjir.

Hingga Senin (14/9) pukul 11.10 WIB, jumlah warga terdampak dan pengungsi masih dalam pendataan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

BPBD Aceh Tenggara telah melakukan kajian cepat, mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk pendataan serta menurunkan satu unit alat berat excavator ke lokasi.

Kondisi terakhir, air dilaporkan berangsur surut.