Habanusantara.net – H-5 jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, pedagang bendera merah putih sepi pembeli. Kondisi ini berdampak pada omzet penjualan tahun ini.
Rian, pedagang bendera di Jalan Mohammad Jam, Kampung Baru, Banda Aceh, mengatakan penjualan tahun ini belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, pembelian dari masyarakat maupun instansi masih terbatas. Kondisi tersebut membuat omzet harian yang diperoleh mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau tahun ini masih sepi. Per hari paling sekitar Rp6 jutaan. Kalau tahun lalu bisa sampai Rp10 juta lebih per hari,” kata Rian, Kamis (13/8/2026).
Ia menduga, salah satu faktor yang menyebabkan penurunan penjualan adalah banyaknya kantor dan instansi yang masih menggunakan perlengkapan kemerdekaan dari tahun sebelumnya.
“Banyak kantor mungkin masih pakai bendera yang lama. Jadi tidak membeli lagi yang baru,” ujarnya.
Selain itu, Rian menyebut adanya kemungkinan penyesuaian anggaran di sejumlah pihak turut berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Di lapaknya, Rian menjual berbagai jenis atribut kemerdekaan yang diproduksi dari Bandung. Produk yang tersedia mulai dari bendera merah putih ukuran panjang, umbul-umbul, bandir, hingga bendera untuk rumah dan kendaraan.
Dari seluruh produk yang dijual, umbul-umbul, bendera rumah, serta background menjadi barang yang paling banyak diminati pembeli.
“Biasanya kantor banyak mengambil background dan umbul-umbul. Kalau masyarakat lebih banyak cari bendera untuk rumah,” jelasnya.
Harga atribut kemerdekaan yang dijual bervariasi, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp400 ribu, tergantung ukuran dan jenis produk.
Meski menghadapi penurunan permintaan, Rian tetap optimistis penjualan akan bergerak menjelang hari puncak perayaan kemerdekaan. Ia masih membuka lapak setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB untuk melayani pembeli.[Fira]





