Soal Lansia, Michael Octaviano: Dinsos Aceh Siapkan Rumah Singgah

Syaiful AN
Michael Octaviano
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, Michael Octaviano, S.STP, menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Lansia Meusyuhu Gampong Sukaramai Angkatan II yang berlangsung di Balai PKK Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Sabtu (18/7/2026). Dok. Ist
A-AA+A++

HABANUSANTARA.NET – Di balik bertambahnya usia, banyak lansia menghadapi tantangan untuk tetap aktif, mandiri, dan memiliki ruang beraktivitas. Kondisi tersebut menjadi perhatian Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, Michael Octaviano, S.STP, yang menggagas hadirnya Rumah Singgah Lansia sebagai wadah pemberdayaan bagi para lanjut usia.

Gagasan itu disampaikan Michael saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Lansia Meusyuhu Gampong Sukaramai Angkatan II yang berlangsung di Balai PKK Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Sabtu (18/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Michael menyoroti pentingnya menghadirkan lingkungan yang mampu menjaga para lansia tetap berdaya. Menurutnya, masa tua bukan alasan bagi seseorang untuk berhenti belajar, beraktivitas, maupun berkontribusi bagi masyarakat.

Ia menyebutkan, lansia merupakan kelompok yang memiliki pengalaman panjang, nilai kehidupan, serta kebijaksanaan yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

“Usia bukanlah penghalang untuk terus memberikan manfaat. Lansia harus tetap semangat, terus belajar, saling menguatkan, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda melalui pengalaman hidup yang dimiliki,” ujar Michael.

Michael mengatakan, para lansia perlu mendapatkan ruang yang mendukung agar tetap sehat secara fisik dan mental. Selain itu, aktivitas sosial juga dinilai penting untuk menjaga semangat dan rasa percaya diri mereka.

Salah satu langkah yang didorongnya adalah menghadirkan Rumah Singgah Lansia. Tempat tersebut dirancang sebagai pusat kegiatan bagi para lansia untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mengembangkan kemampuan.

Berbagai kegiatan direncanakan dapat dilakukan di rumah singgah tersebut, mulai dari pelatihan keterampilan menjahit, Pesantren Lansia, kajian keagamaan, pemeriksaan kesehatan berkala, olahraga ringan, hingga pemberdayaan ekonomi.

“Harapan kami, ke depan para lansia memiliki ruang yang nyaman untuk belajar, beribadah, berkegiatan, dan saling mendukung. Mereka tidak hanya merasa diperhatikan, tetapi juga tetap produktif, bahagia, dan memiliki peran di tengah masyarakat,” tambahnya.

Program Sekolah Lansia Meusyuhu Gampong Sukaramai sendiri menjadi salah satu upaya pembinaan untuk menciptakan lansia SMART, yaitu Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.

Alhasil, melalui program tersebut, para peserta mendapatkan berbagai pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup serta memperkuat posisi lansia sebagai bagian penting dalam keluarga dan masyarakat. [SA]